Foto ist

Kanalnews.co, JAKARTA– PBNU mengecam sikap BPIP soal tidak adanya aturan pakaian bagi paskibraka muslim atau berhijab. PBNU berharap aturan itu dikoreksi.

“Saya kira harus dikoreksi peraturan itu, kebebasan beragama mutlak harus dihormati,” kata Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur).

Ia menilai penggunaan hijab tidak akan mengurangi nilai estetika dan kekompakan paskibraka dalam menjalankan tugasnya. Gus Fahrur menilai aturan BPIP tidak masuk akal.

“Penggunaan hijab tidak mengurangi estetika dan kekompakan paskibraka. Seharusnya penggunaan hijab bukan halangan halangan untuk berkreasi dan berprestasi,” tegasnya.

“BPIP harus berpikiran lebih terbuka dan demokratis, peraturan itu lucu,” sambungnya.

Menurutnya BPIP mungkin bisa berkonsultasi dengan desainer muslim misalnya. PBNU meminta aturan itu jangan sampai mendiskriminasi.

“Panitia pelaksana bisa mengundang konsultan dan desainer untuk kostum berhijab yang bagus dan indah. Peraturan lepas hijab itu tidak relevan. Jangan ada aturan diskriminatif di Indonesia,” ujarnya.

Sikap BPIP yang tidak memuat aturan pakaian Paskibraka muslim menuai kecaman. Mereka menganggap melepas hijab demi keseragaman. (ads)