Foto dok MUI

Kanalnews.co, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melontarkan kecaman keras terhadap Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf setelah potongan video ceramahnya viral dan menuai kontroversi. Umat Islam diminta tidak lagi mengundang maupun mengikuti majelis yang dipimpinnya.

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai materi ceramah tersebut tidak mencerminkan adab seorang pendakwah. Menurutnya, narasi yang merendahkan perempuan justru berpotensi mencoreng wajah dakwah Islam di tengah masyarakat.

Melalui akun X pribadinya, @cholilnafis, Kiai Cholil secara tegas meminta masyarakat berhenti memberikan panggung kepada penceramah tersebut.

“Sodare-sodare, jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya,” tulis Cholil Nafis, sebagaimana dikutip dari laman MUI, Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan, gelar, status sosial, maupun latar belakang seorang pendakwah tidak boleh menjadi alasan untuk membenarkan ceramah yang bertentangan dengan etika dan kesantunan.

“Seperti ceramahnya asli ini. Begini ini mau apapun statusnya tak layak menjadi penceramah. Bikin rusak agama dan manusia dengan ceramah model gini. Boro-boro menyebarkan Islam, malah ini yang merusak Islam,” tegasnya.

Video Viral Singgung Tarif Ceramah hingga Istri Keempat

Polemik ini bermula dari beredarnya rekaman ceramah yang memicu reaksi keras warganet. Dalam video tersebut, sosok yang diidentifikasi sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf membicarakan tarif ceramah yang disebutnya paling rendah mencapai Rp75 juta.

Namun, perhatian publik kemudian tertuju pada sejumlah kelakar yang dilontarkannya di hadapan jemaah. Salah satunya ketika ia meminta santri perempuan dihadirkan karena mengaku ingin mencari calon istri keempat.

“Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat,” ujar sosok dalam rekaman tersebut.

Pernyataan itu menjadi sorotan karena disampaikan dalam forum pengajian yang semestinya menjadi ruang penyampaian pesan keagamaan.

Emak-Emak Berusia 60 Tahun ke Atas Ikut Disinggung

Kontroversi semakin meluas ketika penceramah tersebut melontarkan candaan mengenai jemaah perempuan berusia di atas 60 tahun.

“Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda,” ucapnya dalam video yang beredar.

Ucapan tersebut menuai sorotan karena dinilai merendahkan perempuan, termasuk jemaah lanjut usia yang hadir dalam majelis. (pht)