Foto Ig Pramono

Kanalnews.co, JAKARTA – Wajah Ibu Kota bersiap berubah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan proyek penataan sejumlah kawasan ikonik dengan konsep unik yang terinspirasi dari berbagai negara.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Pasar Baru, Jakarta Pusat, yang direncanakan menjadi kawasan kuliner 24 jam ala Myeongdong, Korea Selatan.

Rencana tersebut dijadwalkan mulai digarap pada 2027, setelah penataan kawasan Blok M rampung. Pramono ingin Pasar Baru memiliki daya tarik tersendiri, terutama sebagai destinasi kuliner malam yang ramai dikunjungi warga maupun wisatawan.

“Kalau Blok M sudah selesai, harapannya adalah di tahun 2027 kita akan start dengan Pasar Baru. Di Pasar Baru bayangan saya adalah menjadi tempat kuliner 24 jam malam kayak Myeongdong,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10), dikutip dari Antara.

Pramono membayangkan setiap kawasan memiliki karakter berbeda yang terinspirasi dari negara tertentu. Jika Blok M akan mengusung sentuhan Jepang, Pasar Baru bakal menghadirkan nuansa Korea Selatan.

Namun, ambisi Pemprov DKI tidak berhenti di dua kawasan tersebut. Glodok dan Kota Tua juga masuk dalam rencana penataan untuk memperkuat daya tarik wisata Jakarta.

Kawasan Glodok, khususnya Pecinan, akan dikembangkan dengan identitas khas China yang menonjolkan kekayaan kuliner. Sementara itu, Kota Tua diarahkan menjadi destinasi bernuansa Eropa yang menyasar wisatawan, termasuk pengunjung dari Benua Biru.

“Baru kemudian nanti kita akan ke Glodok, Kota Tua, Glodok Pecinan. Kalau Glodok, Pecinan enggak perlu dijelaskan, pasti Pecinan makanannya. Kota Tua akan kita buat untuk middle-up,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, pengembangan kawasan-kawasan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat sekaligus membuat Jakarta semakin menarik bagi wisatawan mancanegara.

Ia juga menilai pengembangan transportasi massal, termasuk MRT, dapat menjadi faktor penting yang menghubungkan destinasi-destinasi tematik tersebut.

“Saya yakin pasti akan membuat Jakarta juga berbeda,” katanya.

Blok M Jadi Tahap Awal Perubahan Jakarta

Sebelum Pasar Baru mulai ditata, Pemprov DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyiapkan revitalisasi besar-besaran kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Penataan total kawasan tersebut ditargetkan rampung pada 2029. Sementara itu, pengembangan kawasan multifungsi atau mixed-use direncanakan berlangsung secara bertahap hingga 2030.

Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan, revitalisasi Blok M mencakup lima transformasi utama untuk menjadikan kawasan tersebut lebih modern, terintegrasi, dan nyaman bagi masyarakat.

Transformasi pertama berupa pembaruan terminal agar lebih modern dan terintegrasi. Kedua, pengembangan kawasan Blok M-ASEAN menjadi area multifungsi yang mudah diakses, inklusif, dan dinamis.

Selanjutnya, aksesibilitas dan konektivitas kawasan akan ditingkatkan untuk memudahkan perpindahan antarmoda transportasi sekaligus memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.

Blok M juga akan dikembangkan sebagai destinasi komersial baru dengan beragam pilihan restoran, kuliner, ritel, fasilitas gaya hidup, dan ruang publik.

Adapun transformasi kelima berfokus pada penyediaan ruang terbuka hijau yang lebih nyaman dan aktif untuk mendukung interaksi sosial serta berbagai kegiatan masyarakat.

Penataan tersebut turut mempertimbangkan kondisi bangunan Blok M yang telah berusia 34 tahun.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, Jakarta nantinya akan memiliki sejumlah kawasan dengan identitas tematik berbeda, mulai dari nuansa Jepang di Blok M, Korea Selatan di Pasar Baru, China di Glodok, hingga Eropa di Kota Tua.

Konsep tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru bagi Ibu Kota, sekaligus menghidupkan kembali kawasan-kawasan bersejarah dan pusat aktivitas ekonomi melalui penataan yang lebih terintegrasi. (ads)