
Kanalnews.co, JAKARTA – Persija Jakarta harus segera bangkit jika tak ingin kekalahan dari Persita Tangerang menjadi awal dari merosotnya performa mereka di Super League 2026/2027. Gelandang Macan Kemayoran Fabio Calonego pun memilih menghadapi kenyataan pahit tersebut ketimbang terus larut dalam kekecewaan.
Fabio menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung pahit manisnya pertandingan di Banten International Stadium, Serang, Jumat (17/10). Ia sempat menjadi pembuka harapan bagi Persija setelah mencetak gol pada menit ke-18, tetapi akhirnya harus menerima kenyataan timnya kalah dengan skor 2-3.
Ironisnya, Fabio yang sempat membawa Persija berada di atas angin juga harus menelan kekecewaan pada penghujung pertandingan. Kesalahan saat mengantisipasi serangan balik Persita berujung pada gol ketiga tuan rumah yang memastikan Persija pulang tanpa membawa poin.
Meski demikian, pemain tersebut tidak ingin menjadikan kesalahan itu sebagai alasan untuk menghindar dari tanggung jawab. Fabio menegaskan bahwa kekalahan merupakan bagian dari perjalanan yang harus dihadapi dengan kepala tegak.
Baginya, hasil pertandingan tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran untuk menilai kualitas seorang pemain. Kemenangan tidak otomatis membuat seseorang menjadi yang terbaik, begitu pula kekalahan tidak serta-merta menjadikannya pemain terburuk.
“Saat menang, bukan berarti kamu yang terbaik. Saat kalah, bukan berarti kamu yang terburuk. Aku tidak akan pernah bersembunyi hanya karena sebuah kesalahan atau kekalahan,” kata Fabio.
Dia memilih menjadikan pengalaman pahit itu sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki performa, sekaligus membantu Persija kembali menemukan permainan terbaiknya.
Waktu untuk bangkit pun tidak banyak. Persija sudah ditunggu tantangan berikutnya saat menjamu Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10), pukul 19.00 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk merespons hasil buruk sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari situasi sulit. Fabio menegaskan, perjuangan Persija tidak boleh berhenti hanya karena satu kekalahan.
Ia mengingatkan bahwa kompetisi masih panjang dan setiap pertandingan harus dijalani dengan semangat yang sama. Evaluasi atas kesalahan menjadi hal penting agar Persija bisa tampil lebih kuat pada laga-laga berikutnya.
“Perjuangan kami tidak berakhir pada hambatan pertama. Perjuangan ini berakhir di pekan ke-34. Kami akan belajar dari kesalahan, tetap tegak, dan kembali dengan lebih kuat,” tuturnya. (pht)





































