Foto istimewa

Kanalnews.co, JAKARTA–  Lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dharmasraya, Sumatera Barat, ditemukan ditanami kelapa sawit. Temuan ini memicu sorotan Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan yang mendesak aparat penegak hukum mengusut siapa pihak di balik penanaman tersebut.

Daniel mempertanyakan bagaimana lahan yang sebelumnya terbakar bisa kembali dimanfaatkan untuk perkebunan sawit. Menurutnya, keberadaan tanaman tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan mengenai pemilik dan pihak yang bertanggung jawab.

“Ini mencederai hati masyarakat. Kami minta aparat mengusut dan mencari tahu siapa pemilik kebun tersebut. Kalau memang hutan tak bertuan, pasti ada ulah oknum,” kata Daniel kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Dia mengingatkan, karhutla bukan sekadar persoalan lahan terbakar. Dampaknya menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan akibat asap hingga kerusakan ekosistem yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Karena itu, Daniel meminta penanganan kasus tersebut tidak berhenti pada pencabutan tanaman sawit. Aparat perlu menelusuri asal-usul lahan, mengidentifikasi pihak yang menanam, serta memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.

Jangan Sampai Hutan Terbakar, Sawit yang Menikmati

Daniel mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang mencabut tanaman sawit di kawasan bekas karhutla. Namun, menurutnya, pemulihan tidak boleh sekadar membersihkan lahan dari tanaman sawit, melainkan harus mengembalikan fungsi ekologis kawasan tersebut.

“Langkah Pemkab Dharmasraya sudah tepat, yaitu mencabut sawit dan menggantinya dengan pohon keras sebagai upaya pemulihan hutan,” ujarnya.

Dia mendorong pemerintah memperluas upaya pemulihan ke kawasan hutan lain yang terdampak kebakaran. Lahan bekas karhutla, kata Daniel, seharusnya tidak kembali dialihfungsikan menjadi perkebunan yang berpotensi menghambat pemulihan ekosistem.

Daniel menyarankan penanaman pohon keras dan tanaman produktif, termasuk pohon buah-buahan. Langkah itu diharapkan dapat memulihkan tutupan vegetasi sekaligus menyediakan sumber makanan bagi satwa liar agar kembali menghuni habitatnya.

“Kami mendorong agar semua hutan yang terbakar ditanami pohon keras dan pohon produktif, seperti pohon buah-buahan, supaya satwa kembali menghuni hutan dan punya sumber makanan,” katanya.

Anggaran Pemulihan Hutan Harus Jadi Prioritas

Sorotan Daniel tidak hanya tertuju pada penanganan di lapangan. Dia juga berencana mendorong agar anggaran Kementerian Kehutanan pada tahun depan lebih memprioritaskan pemulihan kawasan hutan yang rusak akibat karhutla.

Menurutnya, kerusakan hutan tidak cukup ditangani melalui pemadaman api dan penertiban sesaat. Pemerintah perlu menyiapkan program rehabilitasi yang terukur agar kawasan terdampak tidak kembali rusak atau beralih fungsi.

“Kami di Komisi IV akan mendorong agar anggaran Kementerian Kehutanan tahun depan memprioritaskan pemulihan hutan. Anggaran bisa direvisi demi mengembalikan hutan yang sudah rusak,” ujar Daniel.

Dia juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap kawasan yang pernah terbakar. Langkah cepat Pemkab Dharmasraya dinilainya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mencegah pemanfaatan lahan bekas karhutla yang tidak sesuai peruntukannya.

“Kalau ditemukan sawit di lahan bekas kebakaran, cabut dan ganti dengan pohon keras. Pelaku yang terlibat, baik individu maupun korporasi, harus diberi sanksi,” tegasnya.

Bibit Sawit Ditemukan, Polisi dan Pemkab Turun Tangan

Sebelumnya, polisi bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memasang plang larangan menanam dan berkebun di lahan bekas karhutla. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan bibit sawit yang telah ditanam di kawasan itu.

Pemasangan plang berlangsung pada Jumat (16/10) sekitar pukul 15.30 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Momen tersebut diunggah melalui akun resmi Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Dalam unggahan itu, Annisa bersama jajaran kepolisian dan Forkopimda terlihat meninjau kawasan bekas kebakaran hutan hingga menemukan bibit sawit yang baru ditanam. (pht)