Foto PKS

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Rencana PKS berkoalisi dengan pemerintahan Prabowo Subianto memantik kontroversi. Tapi bagi Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini menilai oposisi atau koalisi tidak masalah.

“PKS punya pengalaman 10 tahun masuk koalisi di masa Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan 10 tahun menjadi oposisi di masa Pak Jokowi,” kata Jazuli.

“Jadi oposisi enggak ada masalah, koalisi siap, kami lihat dinamikanya,” katanya.

Terlepas dari koalisi atau oposisi, Jazuli mengklaim PKS berkomitmen mendorong kerja sama untuk membangun bangsa.

“Kami tidak pernah membatasi diri bekerja sama dengan siapapun karena tidak mungkin membangun bangsa dan negara tanpa kerja sama,” katanya.

“Kompetisi itu saat Pemilu, kita tawarkan gagasan, kita adu gagasan. Tapi setelah Pemilu maka kompetisi selesai, dan kita kembali satu tujuan yaitu membangun bangsa,” ungkapnya.

Lantas, kapan PKS bakal menentukan sikap politiknya? Jazuli menyebut partainya akan lebih dulu menggelar musyawarah Majelis Syura dan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).

“Yang pasti, keputusan soal koalisi atau oposisi di PKS bukan selera personal, tapi keputusan musyawarah Majelis Syura dan DPTP, dan sifatnya dinamis sesuai derajat kemaslahatan dan kepentingan untuk rakyat,” katanya.

“Kapan waktunya? Tunggu saja toh pelantikan presiden dan wapres masih bulan Oktober. Pada saatnya PKS akan mengumumkan positioning-nya,” katanya.

PKS merupakan partai pengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bersama NasDem dan PKB. Namun dua nama partai terakhir telah menyatakan diri berkoalisi dengan pemerintahan Prabowo. (ads)