Foto tangkapan layar

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Sosok Kiai Muhammad Mochtar Mu’thi pendiri pondok pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang menjadi buah bibir. Sebab, ia telah beberapa kali melarang polisi untuk menangkap anaknya MSAT tersangka pencabulan terhadap santriwati.

Kasus pencabulan MSAT terhadap santriwati menjadi isu nasional. Pria 42 tahun itu selalu mangkir dari panggilan polisi hingga akhirnya ditetapkan sebagai DPO.

Polda Jatim bersama Polres Jombang akhirnya menjemput paksa MSAT di Ponpes Shiddiqiyah, Kamis (7/7/2022). Upaya pencarian MSAT tidak mudah, lantaran dihalang oleh simpatisian tersangka.

Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat bahkan kembali mencoba bernegoisasi dengan Kiai Mu’thi untuk menyerahkan anaknya. Namun lagi-lagi kiai kelahiran 14 Oktober 1928 itu menolak anaknya ditangkap, dan ia berjanji yang akan mengantarkan MSAT ke polisi.

Setelah 16 jam dilakukan pencarian, MSAT atau Bechi akhirnya menyerahkan diri. Ia langsung digiring ke Polda Jatim sebelum diserahkan ke Kejaksaan setempat.

Sosok Kiai Mu’thi pun hingga kini menjadi perbincangan. Ia memang dikenal sebagai kiai tarekat Shiddiqiyyah yang didirikannya sejak lama.

Namun ternyata Kiai Mu’thi bukan sosok asing bagi sejumlah pejabat politik. Salah satunya adalah Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Presiden Jokowi

Ya, Jokowi ternyata pernah menyambangi Ponpes Shiddiqiyyah untuk bertemu dengan Kiai Mucthar Mu’thi tersebut pada 2014 lalu. Kedatangannya tak lain demi meminta dukungan dan doa karena Jokowi maju di Pilpres pertama kalinya.

Kiai Masrukhan Mu’thi, adik dari Kiai Mu’thi menjelaskan santrinya siap mendukung Jokowi. Namun, dalam pertemuan itu, Jokowi mengaku hanya meminta doa dan dukungan dari Kiai Mu’thi.

“Ada lima juta santri dan pengikut Shiddiqiyyah se-Indonesia yang Insya Allah mendukung Jokowi,” ujar Masrukhan.

Foto Surya.co.id

“Agar sukses dalam memimpin Indonesia dan jadi presiden yang baik yang mengayomi seluruh masyarakat,” katanya.

Prabowo Subianto

Tak hanya Jokowi, Prabowo Subianto juga pernah sowan kepada Kiai Mu’thi untuk meminta dukungan dan doa karena ingin maju di Pilpres 2019 lalu. Ketika itu, Prabowo mencalonkan diri bersama Sandiaga Uno di nomor urut 02.

Kedatangan Prabowo ke Ponpes Shiddiqiyyah tidak sendiri, melainkan ditemani Rachmawati Soekarnoputri. Menurut Prabowo kedatangannya bukan untuk kampanye, karena dilarang berkampanye di sekolah atau pondok pesantren.

“Tapi kalau diam-diam dalam hati saya berharap didukung para kiai dan santri tentu boleh dong?” kata Prabowo ketika itu.

Foto Surya.co.id
Foto ist/moeslimchoice.com

Prabowo bahkan memuji pesantren di utara Sungai Brantas Ploso Jombang itu karena dinilai punya nasionalisme sangat tinggi. Sebab, kedatangannya disambut dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam format tiga stanza.

La Nyalla Mattaliti

Selain Jokowi dan Prabowo, Ketua DPD La Nyalla Mattaliti juga pernah bersilatuhrahmi dengan Kiai Mu’thi. Ketika itu, ia masih menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Jatim.

Kedatangannya ke Ponpes adalah hal biasa yang dilakukan La Nyalla Academia setiap menjelang Ramadhan.

“Kehadiran rombongan La Nyalla Academia di sini tidak ada agenda khusus. Semata-mata menghadiri acara Isra’ Mi’raj serta meminta doa dan keberkahan dari Kyai Muchtar sebagai kyai sepuh pimpinan ponpes Shiddiqiyyah,” kata La Nyalla. (ads)