
Kanalnews.co, PROBOLINGGO – Orang tua korban dugaan kekerasan oleh kepala sekolah terhadap siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Probolinggo, resmi melapor ke Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo pada Jumat (29/8/2025).
Kejadian bermula saat kepala sekolah memanggil Lestari (nama samaran) dan teman-temannya yang merupakan anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Saat itu, mereka tengah mempersiapkan properti untuk kegiatan perlombaan di sekolah pada Kamis (21/8/2025).
Di hadapan kepala sekolah, Lestari yang berdiri di barisan paling belakang merasa terganggu oleh sinar matahari hingga mengerutkan wajahnya. Kondisi tersebut diduga memicu amarah kepala sekolah hingga berujung pada pemukulan terhadap Lestari.
Dalam proses pelaporan, korban bersama kedua orang tuanya didampingi kuasa hukum, Pradipto Atmasunu, SH, MH.
Pelaporan ini menjadi langkah lanjutan setelah dugaan kekerasan di lingkungan sekolah tersebut ramai diperbincangkan dan menuai sorotan publik. Pihak keluarga serta kuasa hukumnya berharap kasus ini segera ditindaklanjuti demi memperoleh keadilan.
“Kami secara resmi sudah membuat laporan di Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak, red) Polres Probolinggo. Kami berharap keadilan benar-benar ditegakkan,” kata ayah korban.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan apa pun saat dimintai tanggapan oleh tim Kanalnews.
Kepala Unit (Kanit) PPA Polres Probolinggo, Agung Dewantara, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, laporan sudah kami terima. Dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Kini, publik menunggu langkah tegas dari pihak berwenang, mengingat peristiwa dugaan kekerasan tersebut terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa-siswi untuk belajar, khususnya di Kabupaten Probolinggo. (Fafa)


































