Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Polda Sumatera Utara telah menetapkan Bupati Langkat Nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin sebagai tersangka atas kasus kerangkeng manusia.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menjelaskan penetapan ini dilakukan setelah kepolisian melakukan penyelidikan. Terbit terbukti telah melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

“Penetapan tersangka ini setelah tim penyidik melakukan penyelidikan hingga penyidikan dalam kasus ini,” ujarnya

Terbit dijerat dengan Pasal 2, Pasal 7, Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 333 KUHP, Pasal 351, Pasal 352 dan Pasal 353 KUHP penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia dan Pasal 170 KUHP.

“Semuanya diterapkan khususnya kepada TRP di-juncto-kan dengan Pasal 55 ayat 1 ke 1 dan 2 KUHP. Penyidik masih terus berproses melengkapi semua alat bukti yang ada. Dalam waktu dekat kita akan tuntaskan perkara ini,” paparnya.

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan delapan orang tersangka. Salah satunya adalah Dewa Peranginangin yang merupakan anak Terbit.

Kerangkeng manusia tersebut telah dilakukan sejak 2010 lalu. Total sudah ada 656 orang yang dititipkan di tempat tersebut.

Para penghuni kerangkeng kerap mendapat penyiksaan. Berdasarkan laporan Komnas HAM, ada 6 penghuni kerangkeng yang meninggal dunia. (ads)