KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, Senin (13/11)  melakukan pertemuan bilateral meeting dengan Administrator National Energy Administration (NEA) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), H.E. Nur Bekri pada “The 5th Indonesia-China Energy Forum (ICEF V)”.

Pada pertemuan ICEF ke-5 tersebut di atas, ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU), ini Kerja Sama Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. “MoU ini akan menjadi payung kerja sama kedua Negara,” demikan siaran pers Kementerian ESDM, Senin (13/11).

Dijelaskan, kedua pihak juga telah melaksanakan pertemuan bilateral dalam Working Group. Terdapat dua Working Group, yaitu minyak, gas bumi dan batubara; serta energi baru, terbarukan dan ketenagalistrikan. Pertemuan Bilateral ini diharapkan menjadi forum para pihak untuk melanjutkan kerja sama ke tahap kegiatan yang konkret.

Ditambahkan, sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2002, ICEF selalu menjadi forum bilateral yang bermanfaat bagi sektor energi kedua negara.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, ICEF menjadi platform untuk memulai kerja sama yang konkret antar BUMN dan perusahaan kedua negara. Diharapkan juga dapat menjadi pendorong bagi kedua pihak untuk melanjutkan dan meningkatkan kerja sama energi di masa depan.

Beberapa kerja sama yang sudah dilakukan Indonesia dengan RRT adalah pertama Investasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi RRT di Indonesia.
Sementara itu, beberapa perusahaan RRT berinvestasi dan beroperasi di Indonesia di bidang minyak dan gas bumi dengan wilayah kerja Operasional Blok dan Non-Operasional Blok, yaitu SINOPEC (KKKS Non-Operasional Blok); Petrochina (KKKS Operasional Blok); dan CNOOC (KKKS Operasional Blok dan Non-Operasional Blok).
Disamping itu terdapat pula investasi perusahaan RRT di bidang ketenagalistrikan.

Perusahaan-perusahaan RRT itu  ikut berpartisipasi dalam investasi bidang ketenagalistrikan di Indonesia, baik itu dalam Proyek 35 GW maupun proyek ketenagalistrikan di luar proyek 35 GW.

Investasi di bidang ketenagalistrikan perusahaan RRT dalam Proyek 35 GW. RRT ikut berinvestasi dalam proyek bidang ketenagalistrikan 35 GW, dalam 2 skema yaitu: EPC (Enginering, Procurement, and Construction) sebesar 3% dan IPP (Independent Power Producer) 36% dari total keseluruhan.

Investasi ketenagalistrikan perusahaan RRT (bukan proyek 35 GW). RRT juga ikut berpartisipasi aktif dalam beberapa proyek di luar Proyek 35 GW, seperti: PLTU Banten I, PLTU Banten II, PLTU Banten III, PLTU I Jawa Barat, PLTU II Jawa Barat, PLTU I Jawa Tengah, dan beberapa PLTU besar lainnya di wilayah Indonesia.

Ditambahkan, investasi di bidang hilir minerba, perusahaan RRT melalui Alumunium Corporation of China Ltd. (Chinalco) bersama dengan PT Aneka Tambang Tbk dan PT Inalum membangun Smelter Grade Alumina di Kabupaten Mempawah (SGA Mempawah), Kalimantan Barat. Smelter yang direncanakan memiliki kapasitas satu juta ton per tahun ini diperkirakan menelan investasi sebesar US$ 1,5-1,8 miliar.

Antam dan Inalum akan membentuk perusahaan patungan atau JV dengan Chinalco. JV ini akan mengoperasikan smelter, dengan pihak Indonesia memegang saham mayoritas, minimal 51%. PT Antam memiliki cadangan terbukti bauksit (bahan baku alumunium) sebanyak 100 juta ton ditambah potensi yang ada di area konsensi sekitar 200 juta ton. Cadangan bauksit Indonesia adalah terbesar ke-8 dunia sedangkan nilai ekspornya peringkat kedua terbesar.

Kapasitas produksi PT Inalum sebesar 260 ribu ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 800 ribu ton. Pertumbuhan konsumsi alumunium mencapai 8% per tahun. Proyek SGA Mempawah tersebut ditargetkan rampung pada kuartal III-2019.

Sebelumnya, pada hari Sabtu dan Minggu (11 dan 12 November 2017), Delegasi The 5th Indonesia-China Energy Forum melakukan kunjungan lapangan ke Museum Konferensi Asia Afrika (Museum KAA) serta Museum Geologi Kementerian ESDM di Bandung, Provinsi Jawa Barat dan ke PLTU Jawa VII, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. (mulkani)