KANALNEWS,co – Jakarta, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Romahurmuzy mensinyalir adanya permainan dalam pembagian alokasi kuota impor bawang putih.

Menurutnya akibat permainan ini, harga bawang putih melonjak hingga Rp30 ribu per kilogram (kg) yang menjadi kabar buruk bagi para ibu rumah tangga.

“RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) yang sudah diterbitkan tahun lalu tidak jatuh pada importir yang seharusnya. Kita mensinyalir ada permainan di sini (impor bawang putih),” katanya di Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Sekertaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan ini menduga naiknya harga tersebut didasari oleh penunjukan sejumlah perusahaan yang tidak jelas track record-nya untuk mengimpor bawang putih. Selain itu katanya, sejumlah perusahaan yang telah berpengalaman melakukan impor bawang putih malah mendapatkan kuota lebih sedikit.

“Justru pelaku-pelaku usaha yang sesungguhnya tidak mendapat kuota lebih besar daripada (perusahaan-perusahaan) yang baru,” tutunya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan jajarannya untuk mengawasi harga bawang putih yang mengalami kenaikan kurang wajar.

“Saya berharap para Menteri dan Gubernur untuk mewaspadai dan mengendalikan stabilisasi atas sejumlah harga-harga sembako yang mengalami kenaikan kurang wajar,” ujar SBY, baru-baru ini.

Berdasarkan catatannya, harga bawang putih dalam dua bulan belakangan ini melonjak cukup tajam dari Rp25 ribu mencapai Rp30 ribu per kg.

 

Penulis : Mohammad Anas Kurniawan