KANALNEWS.co, Jakarta – Komisi VII DPR RI masih menunggu pemerintah melakukan audit investigasi terhadap PT Pertamina (Persero), menyusul potensi hilangnya pendapatan perusahaan korporasi mencapai Rp 19 triliun.
Anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo, mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil audit investigasi yang dilakukan terhadap Pertamina.
Audit ini dinilai perlu dilakukan, kata Poernomo, mengingat jumlah potensi kehilangan pendapatan ini cukup besar dan akan berdampak terhadap kontribusi Pertamina terhadap negara.
“Kita masih menunggu hasil audit tersebut,” kata Direktur Hilir Pertamina (2003-2004) secara tertulis, Selasa (14/11/2017).
Harry mengharapkan dari hasil audit investigasi tersebut nanti bisa ditemukan akar masalah, dan pemerintah bisa segera mencari cara untuk memperbaiki tata kelola Pertamina selama ini.
“Jika nanti ada hasil investigasi yang membuktikan masalahnya. Baru tindak lanjut audit dengan tujuan tertentu,” kata Harry.
Saat dikonfirmasi, hal senada juga diungkapkan Direktur Center for Bugdet Analysis, Uchok Sky Khadafi.
Uchok Sky Khadafi mengatakan, saat ini Pertamina memang dihadapkan oleh berbagai macam masalah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi agar potensi kehilangan pendapatan yang dialami Badan Usaha Milik Negara tak kembali terjadi.
“Dengan adanya potensi ini, diharapkan pemerintah melakukan audit investigasi lagi agar ini tidak terulang lagi,” saran Uchok. (mulkani)





































