KANALNEWS.Co., Jakarta – Muhammad Ridho dari Pot A wilayah Sumatera terpilih sebagai pemenang Kompetisi Nasional Free Fire #PialaHarumkanIndonesia, Jumat (08/11/2019).
Ridho dinyatakan sebagai peserta terbaik setelah juara Pot A yang mencakup wilayah Sumatera ini menyisihkan juara wilayah lainnya dalam kompetisi nasional Game Battle Royale Free Fire yang diadakan AXE Indonesia dengan EVOS Esports.
Sebagai pemenang, Ridho berhak mengikuti WHIM Incubation Program, sebuah program inisiasi WHIM Management yang bertujuan membentuk konten kreator inspiratif di bidang gaming.
Pot A yang mencakup wilayah Sumatera diwakili oleh Muhammad Ridho, pot B mencakup wilayah Jawa-Bali diwakili oleh Bobby Andri, pot C wilayah Kalimantan diwakili oleh Rendi Pessi, terakhir pot D mencakup wilayah Sulawesi-Papua diwakili oleh Andi Asri.
Chief of Business Operating EVOS Esports, Hartman Harris menyebut program inkubasi yang diterima oleh pemenang kompetisi memang bertujuan membantu talent mengembangkan branding diri melalui konten-konten ciptaannya. “Penilaian ini telah kami lakukan sejak pertandingan babak kualifikasi dan selama mereka mengikuti rangkaian aktivitas Piala Harumkan Indonesia. Kami berharap mereka akan memberi kontribusi pada industrsi esports tanah air,” kata Harris di Jakarta, Jumat (08/11).
Para pemenang juga mendapatkan grooming eksklusif dai AXE sekaligus sharing session dengan Tobias Justin a.k.a Jess No Limit dan Jonathan Liandi a.k.a Emperor untuk membentuk branding diri yang menarik dan enak dipandang sebagai seorang gamer profesional sekaliguis konten kreator.
Branding diri ini menurut Digital Manager AXE Indonesia, Jonathan Locanawan merupakan hal yang sangat penting buat seoranf gamer atau pun konten kreator. “Esports merupakan olahraga berbasis digital dan bersifat fleksibel dibanding olahraga tradisional sehingga setiap orang bisa memulai menjadi pemain profesional darimahnya,” kata Locanawan.
Yang ingin pihak AXE lakukan adalah mengubah image pelaku Esports sebagai individu yang malas, tidak memperhatikan penampilan serta tidak peduli lingkungan dan masa depan menjadi hal yang sebaliknya. “Kami ingin para gamers memiliki branding diri sebagai seorang yang menarik karena cerdas, good looking, memperhatikan penampilan dan tentunya yakin dengan masa depan mereka dalam esports ini.”



































