KANALNEWS.co, Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk, (Summarecon) mencatat pendapatan selama 2017 sebesar Rp5,64 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan dengan tahun lalu dengan laba bersih mencapai Rp509 miliar.
Direktur Utama Summarecon Adrianto P. Adhi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mengatakan, unit bisnis pengembangan properti masih memberikan kontribusi terbesar pendapatan dan laba usaha.
“Kontribusinya mencapai Rp3,60 triliun atau 64 persen dari total pendapatan dan Rp876 miliar atau setara dengan 65 persen dari total laba usaha perseroan,” ujar Adrianto kepada wartawan dalam Public Expose yang berlangsung di Klub Kelapa Gading Jakarta, Kamis (7/6/2018).
Adrianto menambahkan unit bisnis investasi mencatat pendapatan sebesar Rp1,40 triliun atau berkontribusi sebesar 31 persen atas total pendapatan Perseroan dengan pendapatan dari pusat perbelanjaan yang menyumbangkan pemasukan terbesar sebesar 95 persen. Sementara unit bisnis lainnya mencatat pendapatan Rp637 miliar atau berkontribusi sebesar 30 persen.
RUPS Tahunan juga memutuskan pembagian dividen senilai Rp5 perlembar saham atau setara dengan 20 persen laba bersih Perseroan. RUPST juga mengumumkan Ir, Soetjipto Nagari sebagai Komisaris Utama, Harto Djojo Nagaria sebagai Komisaris dengan dua komisaris independen yang diisi oleh Drs Edi Darnadi dan Esther Melyani Homan. Pada jajaran Direksi, Direktur Utama masih dijabat Adrianto P. Adhi dengan direktur Liliawati Rahardjo, Soegianto Nagaria, Herman Nagaria, Sharif Benyamin, Lidya Tjio dan Nanik Widjaja serta Jason Lim sebagai Direktur Independen.
Summarecon memandang positif prospek bisnis properti pada tahun politik. Akhir Juni 2018 berlangsung Pemilihan Kepala Daerah Serentak (Pilkada) kemudian dilanjutkan dengan agenda Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April 2019.
“Kami masih optimis Summarecon dapat beradaptasi dengan kondisi pasar saat ini dengan menargetkan pra penjualan pemasaran 2018 sebesar Rp4 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 12 persen dibandingan dengan tahun 2017,” ungkap Adrianto.
Target tersebut diharapkan dapat tercapai dengan dibukannya lokasi pengembangan baru di Makassar Sulawesi Selatan yang akan menjadi lokasi pengembangan ke – 6. Perseroan menargetkan pencapan itu dengan rincian, Serpong (34 %), Bekasi (22%), Bandung (21%), Kelapa Gading (10%), Karawang (75) dan Makssar (6%).
“Dengan pengalaman lebih dari 43 tahun dalam mengembangkan bisnis properti, kami optimis untuk maju dan terus bekerja keras membangun produk-produk berkualitas dan bernilai tinggi secara berkelanjutan demi kelangsungan perusahaan dan memberikan kontribusi ekonomi dan sosial kepada bangsa,” demikian Adrianto. (WAN)



































