KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku kaget saat menerima penghargaan SIWO PWI Golden Award 2017 sebagai tokoh penyambung tradisi medali emas Olimpiade pada malam anugerah yang berlangsung di Jakarta, Jumat (28/4) malam.

SIWO PWI Golden Award adalah ajang pemberian penghargaan kepada para atlet Indonesia yang telah mengaharumkan nama bangsa di kancah internasional, tak hanya atlet, penghargaan yang diadakan oleh Seksi Wartawan Olarhaga Persatuan Wartawan Seluruh Indonesia itu juga memberikan 18 penghargaan dengan kategori lainnya.

Menpora layak mendapatkan penghargaan setelah kembali mampu mengembalikan tradisi emas bulutangkis Indonesia di ajang pesta olahraga sejagat Olimpiade. Sejak cabang tepok bulu mulai dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992, Kontingen Indonesia selalu menorehkan hasil yang menggembirakan dengan meriah medali emas dan terus berlanjut ke olimpiade berikutnya. Namun tradisi emas itu harus terputus pada perhelatan olimpiade London 2012. Dan dimasa Menpora Imam Nahrawi, tradisi emas itu kembali melalui pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad yang berpasangan dengan Liliyanan Natsiri.

“Saya terkejut sekali. Saya merasa bukan siapa-siapa, mestinya yang mendapat penghargaan ini adalah para wartawan,” kata Menpora dalam sambutannya usai menerima penghargaan yang langsung diserahkan oleh Ketua Umum PWI Pusat Margiono.

“Terima kasih kepada SIWO PWI Pusat, seluruh wartawan, seluruh atlet, pengurus cabang olahraga dan seluruh orang yang terlibat dalam Olimpiade Brasil kemarin. Penghargaan ini sesungguhnya bukan untuk saya, namun untuk wartawan, mereka memberitakan sangat inspiratif sehingga kita berhasil mengulang tradisi emas,” tambah Menpora.

Selain Menpora, penghargaan juga diberikan kepada para pejabat daerah mulai dari Bupati, Gub

Berikutd daftar peraih penghargaan Golden Award SIWO PWI :

1. Kategori atlet harapan putra jatuh kepada Aero Sutan Aswar, atlet jet ski yang merupakan juara kejuaraan dunia 2016 dan kini ada di peringkat satu dunia.

2. Kategori atlet harapan putri diraih oleh Medina Warda, pecatur yang merupakan Women Grand Master termuda.

3. Boaz Theofilius Erwin Salosa meraih Kategori atlet favorit putra. Kapten timnas Persipura dan Garuda senior itu sukses membawa Persipura menjadi kampium di persepakbolaan nasional.

4. Kategori atlet favorit putri disematkan kepadan Lindswell Kwok. Atlet dari cabang olahraga wushu ini meraih berbagai medalai emas pada kejuaraan dunia wushu junior 2008, medali emas nomor taijijian dan taiji quan di kejuaraan dunia 2013, 2015, lalu 2016 yang diselenggarakan di Pruszkow, Polandia.

5. Untuk Kategori atlet putra terbaik diraih oleh Eko Yuli Irawan yang meraih medali perak olimpiade Rio de Jenario dari cabang angkat besi. Eko berhasil mengalahkan nominasi lainnya diantaranya penyerang sepak bola naturalisasai Christian Gonzales, pedayung La Memo, Jura dunia tinju Daud Jordan dan satu-satunya pebalap F1 Indonesia Rio Haryanto.

6. Pada Kategori atlet putri terbaik diraih oleh Sri Wahyuni Agustiani yang meraih medali perak dari cabor angkat besi pada olimpiade Rio de Jenario. Sri mengungguli empat kandidat lainnya, Dewi Yuliawati dari dayung, Maria Londa dari atletik, Ika Yuliana Rochmawati atlet panahan dan Lindswell Kwok dari wushu).

7. Kategori pelatih terbaik diraih oleh Richard Mainaky setelah anak asuhnya Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu mengembalikan tradisi medali emas bulu tangkis olimpiade dari nomor ganda campuran. Richard mampu menyingkirkan empat kandidat lainnya, Dirdja Wiharja (angkat besi), Djadjang Nurjaman (sepak bola), Agustinus Ngamel (atletik), Ibarsjah Djanu Tjahyono (bola voli).

8. Kategori pembina favorit diraih oleh Ketua Umum Angkat Besi dan Angkat Berar Roosan P Roeslani, yang mampu mempertahankan tradisi medali angkat besi di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 melalui Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan.

9. Untuk Kategori penghargaan khusus pembina olahraga

– Sepak bola usia dini: Subagja Suihan, pendiri Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) yang merupakan operator dan pengawas kegiatan liga sepak bola usia muda dan pelajar.

– Bridge Indonesia: Beni Jauffilius Ibradi yang merupakan atlet, pelatih dan pembina klub bridge Pertamina dipandang layak karena atlet binaannya menjadi andalan berbagai daerah terutama DKI Jakarta dan tim nasional.

10. Kategori pembina terbaik disabet oleh Master Supandi Kusuma yang konsisten membina cabang olahraga wushu selama 20 tahun dengan mengorbitkan sejumah pewushu merebut emas di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan serta gelar juara dunia hingga menempatkan Indonesia di peringkat dua di bawah China pada Kejuaraan Dunia wushu 2015.

11. Kategori penggerak olahraga nasional di sematkan kepada Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI Tono Suratman. Tono dipandang pantas mendapat gelar tersebut karena berhasil menggerakan daerah untuk membina olahraga dan menjadi tuan rumah PON, dia juga merupakan motor lahirnya PON Remaja.

12. Kategori klub terbaik diraih oleh PB Exist

13. Kemudian pada Kategori bupati peduli olahraga jatuh kepada  Achmad Zaki Iskandar (Bupati Tangerang, Banten) Rita Widyasari (Bupati Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur).

14. Kategori gubernur peduli olahraga

– Alex Noerdin (Gubernur Sumatera Selatan) pantas memperoleh penghargaan karena berhasil membangun fasilitas olahraga di Palembang untuk ajang olahraga multi cabang SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013.

– Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), mendapatkan penghargaan karena dianggap sukses menggelar PON 2016 dan Porwanas 2016.

15. Kategori Ketua Kontingen (CDM) terbaik diraih oleh Raja Sapta Oktohari.

16. Kategori penyambung tradisi emas olimpiade diraih oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi Menpora.

17. Kategori life time achievment diberikan kepada

– Agum Gumelar sempat menjadi Ketua Umum PSSi 1999-2003, Ketua Umum KONI Pusat Periode 2003-2007.

– Achmad Sutjipto sempat menjadi Ketua Umum PB PODSI, CDM Asian Games 2006 di Doha Katar, SEA Games 2007 Thailand dan saat ini menjabat Ketua Satlak Prima

– Rita Subowo, pernah menjadi Ketua Umum PB PBVSI, Wakil Ketua Umum KONI Pusat 2003-2007, lalu jadi Ketua KONI Pusat sekaligus Ketua Umum KOI, Wakil Presiden Federasi Voli Internasional dan kini menjadi Wakil Presiden OCA, dan anggota kehormatan IOC

– Martina Widjaya, Ketua Umum PP Pelti wanita pertama selama dua periode 2002-2007, 2007-2012 serta Ketua umum Yayasan Aids Indonesia (YAI).

18. Kategori Best of The Best diraih oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, selain mencetak hattrik pada perhelatan turnamen bulu tangkis tertua di dunia All England, pasangan ini juga mendapat medali emas olimpiade 2016 di Rio de Janeiro yang sekaligus menyambung tradisi emas Indonesia. (Herwan)