Foto Kemenkes

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Wabah Ebola kembali mengguncang dunia. Pemerintah Indonesia kini menaikkan status kewaspadaan setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menetapkan lonjakan kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global.

Kementerian Kesehatan RI langsung mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi daging mentah maupun hewan liar karena dinilai berisiko menjadi jalur penularan virus mematikan tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan masyarakat wajib memastikan seluruh makanan, terutama daging, dimasak hingga benar-benar matang.

“Jangan konsumsi hewan liar dan daging mentah. Semua makanan harus dimasak matang untuk mencegah risiko penularan,” tegas Aji.

Alarm global ini muncul setelah WHO mencatat lebih dari 300 kasus suspek Ebola dengan sedikitnya 88 kematian. Meski belum ditetapkan sebagai pandemi seperti Covid-19, lonjakan kasus Ebola membuat banyak negara mulai memperketat pengawasan kesehatan lintas negara.

Pemerintah Indonesia pun bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan di pintu masuk internasional. Pengawasan penumpang dari luar negeri kini diperketat lewat thermal scanner, observasi visual, hingga pelacakan kesehatan digital.

Tak hanya itu, sebanyak 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging telah disiagakan. Pemerintah juga memperkuat pengawasan di 21 rumah sakit sentinel yang tersebar di 20 provinsi untuk mendeteksi potensi kasus lebih dini.

Kemenkes juga mulai meningkatkan kapasitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, hingga koordinasi intensif dengan WHO guna menghadapi kemungkinan terburuk jika virus masuk ke Indonesia.

Masyarakat diminta kembali disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari rutin mencuci tangan, memakai masker saat sakit, hingga menghindari kontak langsung dengan orang atau benda yang diduga terkontaminasi.

Yang paling mengkhawatirkan, wabah kali ini dipicu strain langka bernama Bundibugyo ebolavirus. Virus ini dikenal mematikan karena bisa menyebabkan demam berat, kerusakan organ, hingga perdarahan internal.

Hingga kini belum ada vaksin maupun terapi spesifik yang benar-benar disetujui untuk menangani strain tersebut.
Strain Bundibugyo pertama kali muncul di Uganda pada 2007 dan kini kembali memicu ancaman global setelah meledak lagi di Kongo dan Uganda sepanjang 2026. (pht)