
Kanalnews.co, JAKARTA – Gelombang mudik Lebaran 2026 telah terlewati. Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas turun drastis. Korps Lalu Lintas Polri mengungkap fatalitas kecelakaan merosot hingga 31,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Korlantas, Agus Suryonugroho, menegaskan keberhasilan ini bukan kebetulan. Evaluasi besar-besaran dari pelaksanaan 2025 menjadi fondasi untuk merancang pengamanan yang lebih presisi di 2026.
“Ini bukti nyata bahwa strategi yang diterapkan efektif. Sinergi antar-stakeholder dan meningkatnya kesadaran masyarakat jadi faktor penentu,” ujarnya.
Data selama Operasi Ketupat 2026 mencatat penurunan korban jiwa hingga 136 orang dibandingkan tahun lalu. Tak hanya itu, jumlah kecelakaan juga turun dari 3.754 menjadi 3.517 kasus, atau berkurang 6,31 persen. Bahkan, kasus luka berat ikut ditekan hingga 13,8 persen.
Seperti diketahui, sebanyak 3,2 juta kendaraan keluar Jakarta, naik 18,43 persen dari kondisi normal. Arus balik pun tak kalah padat, dengan 2,9 juta kendaraan masuk kembali ke ibu kota.
Namun di tengah lonjakan itu, tingkat kepatuhan pemudik meningkat, dengan 88,1 persen kendaraan kembali sesuai proyeksi.
Tak hanya jalan raya, sektor transportasi publik juga meledak. Pelabuhan mencatat lonjakan tertinggi hingga 15,51 persen (5,52 juta penumpang), disusul terminal, stasiun, dan bandara yang semuanya mengalami kenaikan signifikan.
Agus menilai perubahan perilaku masyarakat jadi salah satu kunci utama. Kepatuhan terhadap aturan dan arahan petugas disebut berhasil menekan potensi kecelakaan fatal di jalur mudik.
Di balik semua itu, peran Kapolri Listyo Sigit Prabowo turut disorot. Kehadirannya langsung di lapangan selama operasi dinilai memberi dorongan kuat bagi seluruh jajaran.
“Kepemimpinan Kapolri memastikan seluruh pengamanan berjalan maksimal. Ini jadi faktor penting kesuksesan mudik tahun ini,” pungkas Agus. (ads)


































