Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Proses pencarian korban longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan satu korban lagi dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (9/3), sehingga total korban tewas dalam insiden tersebut kini menjadi lima orang.

Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetyo, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 12.05 WIB di area longsoran. Jenazah kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” ujar Ramli saat dikonfirmasi, Senin (9/3).

Meski demikian, proses pencarian belum dihentikan. Tim SAR masih menyisir lokasi longsor karena diduga masih ada korban yang tertimbun material sampah.
Ramli menjelaskan jumlah korban yang hilang masih terus didata berdasarkan keterangan saksi di lokasi serta laporan dari keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

“Jumlah korban masih terus dalam pendataan berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga yang kehilangan anggotanya,” kata dia.

Dalam operasi pencarian ini, sebanyak 336 personel gabungan dikerahkan. Tim membuka akses ke titik longsor menggunakan alat berat seperti ekskavator (beko) dan turut melibatkan anjing pelacak K9 untuk membantu menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Personel SAR gabungan melakukan pembukaan akses menggunakan alat berat seperti beko serta mengerahkan K9 untuk mencari tanda-tanda adanya korban,” jelas Ramli.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat sejumlah truk sampah tengah mengantre untuk membongkar muatan.

“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa lima unit truk sampah dan satu warung di sekitar lokasi,” ujarnya.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara operasional TPST Bantargebang, khususnya di Zona 4 yang menjadi lokasi longsor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan penutupan tersebut dilakukan hingga proses pencarian dan evakuasi korban selesai.

“Saat ini Zona 4 kami tutup total untuk proses evakuasi. Rata-rata sampah yang masuk ke Bantargebang sekitar 7.300 hingga 7.500 ton per hari dengan sekitar 1.200 rit truk,” kata Asep saat meninjau lokasi longsor di Bekasi. (sis)