KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI dengan agenda tunggal pembahasan RKA K/L dalam RUU APBN Perubahan Tahun Anggaran 2016 di ruang rapat Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (08/6) sore.

Dalam paparannya dihadapan Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya Menpora Imam Nahrawi menyampaikan struktur total pagu anggaran Kemenpora Tahun 2016 masih mengacu pada pagu anggaran definitif (sebelum APBN-P/Penghematan/Pemotongan) sebesar Rp3,302 triliun.

Imam menjelaskan, dana tersebut teralokasi pada 3 fungsi (pelayanan umum, pendidikan, dan pariwisata), dan 4 program yakni program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Rp262,372 miliar, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kemenpora Rp 37,376 miliar, Program Kepemudaan dan Keolahragaan Rp 1,931 triliun dan Program Pembinaan Olahraga Prestasi Rp 1,071 triliun.

Didampingi Sesmenpora Alfitra Salamm dan para pejabat eselon I, II Kemenpora dan para Staf Khusus, Menpora merasa bersyukur setelah mendapat dukungan moral luar biasa dari Komisi X DPR RI yang melakukan pendalaman.

“Program prioritas khususnya Asian Games 2018, pembinaan olahraga prestasi, kepemudaan dan lain-lain meskipun ada kebijakan penghematan tetapi dukungan moral dari Komisi X memompa kami untuk meningkatkan kinerja dan capaian,” kata Imam.

Selain itu, Ia juga berharap renegosiasi kepada OCA terkait dana broadcasting fee Asian Games 2018 sebesar US$ 30 juta (Rp405 miliar) apabila negosiasi tersebut dapat tercapai maka akan ada penghematan yang akan dialokasikan kepada olahraga prestasi dan persiapan Asian Games yang lain.

“Tidak ada sesuatu yang tidak bisa terjadi apabila bisa dijelaskan secara rasional apalagi keuangan negara sedang ada penghematan luar biasa, tahun 2016-2017 kita fokus pada penyiapan infrastruktur olahraga untuk persiapan Asian Games,” katanya.

Ia menegaskan Presiden OCA Syeikh Ahmad akan membuka hati dalam renegosiasi broadcasting fee melalui surat yang akan segera dikirimkan, karena Indonesia bukan tuan rumah utama selain Vietnam melainkan penyangga waktu menerima kontrak dari OCA.

Terkait dana dari Kementerian Keuangan sebesar Rp500 miliar untuk renovasi kawasan SUGBK terkait Asian Games 2018, Cak Imam sapaan Menpora menegaskan tidak ada masalah.

“Saat ini renovasi GBK dibawah tanggung jawab Kementerian PU/PERA, maka dana Rp500 miliar akan direalokasikan untuk persiapan lain seperti Asian Paragames 2018, pembinaan atlet Prima, persiapan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) sebagai tempat tes scien dan medis, serta penyiapan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) agar lebih baik,” demikian Imam Nahrawi.