KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengakui sebagian masyarakat tidak mengetahui Pesta Olahraga Rekreasi Dunia atau TAFISA Games 2016 yang berlangsung di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, pada 6-12 Oktober 2016.
“Kita menjadi tuan rumah segenap olahraga tradisional dunia, ya kita butuh publikasi yang besar juga,” kata Menpora saat meninjau lokasi panggung utama acara pembukaan TAFISA Games di Pantai Karnaval Ancol, Jumat (7/10/2016).
‘Olimpiade-nya’ olahraga tradisional dunia ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Pantai Ancol Beach City pada Sabtu (8/10) malam.
“Kami berupaya sekuat tenaga untuk memenuhi harapan masyarakat sekaligus standar yang telah ditentukan pihak TAFISA,” kata Menpora lebih lanjut.
Menpora berharap ajang TAFISA Games 2016 sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarkat Indonesia untuk lebih mengenal kebudayaan olahraga serta kesenian dari negara-negara peserta.
Sebelumnya orang nomor satu di dunia olahraga Indoensia itu mengajak semua pihak untuk bekerjasama dan bersama sama bekerja untuk menyukseskan pelaksanaan event dunia yang melbiatkan sebanyak 87 negara dan 29 provinsi yang turut serta pada perhelatan pesta olahraga rekreasi dunia ini.
“Kita juga harus bersyukur karena Indonesia juga kaya dengan olahraga tradisional serta seni budaya,” kata Menpora.
TAFISA Games 2016 menurut Imam menjadi pengalaman pertama bagi Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan yang memamerkan dan mempertandingkan 31 cabang olahraga tradisional dunia dan itu sehingga perlu penyempurnaan.
“Jika masih ada hal yang kurang, akan kami perbaiki secepat mungkin,”demikian Menpora.
TAFISA Games juga akan diwarnai dengan berbagai pemecahan rekor dunia. Rekor memainkan Engrang yang saat ini dipegang oleh Belanda akan dipecahkan oleh 2.600 peserta dan menari Zumba yang akan diikuti oleh 14.000 peserta. (Herwan)






































