KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga berharap atlet yang pernah bertanding pada event akbar Olimpiade yang melibatkan atlet terbaki negara-negara di dunia tidak lagi bermain pada Pekan Olahraga Nasional yang hanya melibatkan atlet dalam negeri.
Hal itu diungkapkan oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto kepada wartawan di Media Center Kemenpora usai rapat koordinasi dengan KONI, KOI, Satlak Prima, PP PBSI, PB PABBSI membahas evaluasi Olimpiade Rio de Jenario.
“Ya harapan kedepannya atlet yang turun di olimpiade tidak lagi turun di PON,” kata Gatot, Rabu (5/10/2016).
PP PBSI sejalan dengan Kemenpora tidak mengirimkan atlet-atlet senior yang berlaga di olimpiade turun pada PON. Cabang olahraga bulutangkis berkontribusi besar mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia dengan menorehkan berbagai prestasi dan puncaknya medali emas olimpiade.
“Atlet bulutangkis itu sudah seharusnya berlaga di kejuaraan dunia, kalau hanya bermain di PON yang hanya tingka nasionall tidak ada chalange atau tantangan bagi si atlet,” kata Ricky Subagja yang mewakili PP PBSI.
Pada PON XIX/Jawa Barat 2016, PP PBSI hanya mengizinkan atlet-atlet muda pelatnas untuk berlaga membela daerahnya masing-masing diantaranya Jonathan Christie, Ihsan Maulana, Anthony Ginting, Fitriani, Hana Ramadani dan lain-lain. Sementara atlet-atlet senior seperti Tommy Sugiarto, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad maupun Liliyana Natsir tidak turun membela daerahnya.
Sementara atlet angkat besi yang menyumbangkan medali perak untuk Indoneisa, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni yang turun membela daerahnya dalam PON XIX/Jawa Barat dan hasilnya duo atlet olimpiade itu tak tertandingi.
“Jadi ini nanti kewenangan ada di Kemenpora dan KONI untuk mengeluarkan aturan baru (tentang kepesertaan atlet PON),” kata Gatot, Rabu (5/10).
Gatot menerangkan, regulasi tersebut, bisa berupa Peraturan Menteri (Permen) namun dia mengakui memang belum dirancang, namun ada proyeksi agar regulasi tersebut memberikan batas maksimal kepesertaaan atlet dalam PON. Apakah maksimal SEA Games atau Asian Games, masih dipikirkan.
“Tapi yang pasti atlet olimpiade nggak bisa lagi (turun di PON),” kata Gatot.
Aturan pembatasan atlet yang disusun Kemenpora tersebut, juga diperuntukan di Kejuaran Nasional (Kejurnas) yang menjadi gelaran tunggal. Selain bakal mengatur tentang hal tersebut, Permen itu juga rencanya akan memasukkan ambang batas usia atlet yang boleh mengikuti PON dan Kejurnas. (Herwan)




































