Dok Kemenpora

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Gagasan Menpora RI Zainudin Amali menggelar Senam SAH (Senam At Home) mendapatkan apresiasi dari Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (FIK UNNES) Prof. Dr. Tandiyo Rahayu.

Sebelumnya, Kemenpora menggelar acara Senam SAH secara virtual yang diikuti 1015 mahasiswa UNNES. Kegiatan ini bahkan memecahkan rekor MURI sebagai senam virtual dengan peserta terbanyak.

“Senam SAH ini merupakan gagasan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di masa pandemi yang sangat sulit ini, dimana kita semua memiliki berbagai keterbatasan, baik keterbatasan ruang maupun keterbatasan aktifitas khususnya aktivitas gerak,” katanya.

Namun demikian keadaan yang serba sulit tersebut justru direspon dengan sangat cepat dan sangat cerdas oleh Menpora Amali melalui pengelolaan olahraga rekreasi meluncurkan Senam Stay At Home.

“Senam Stay At Home atau Senam SAH ini berisi sejumlah rangkaian aktivitas fisik yang teratur, terukur dan berirama dan dapat dilakukan dilakukan dimana saja termasuk di dalam rumah dengan ruang yang sangat terbatas,” katanya.

Tandiyo Rahayu menilai Senam SAH ini sekaligus menjawab dan mengisi misi besar Kemenpora untuk membangun keolahragaan nasional melalui sebuah sistem yang berjenjang dalam Desain Desar Olahraga Nasional (DBON).

“Senam SAH ini akan mengisi salah satu item dari jenjang pembangunan olahraga nasional yaitu pada pilar olahraga rekreasi atau olahraga masyarakat,” pungkasnya.

Dia berharap, melalui Senam SAH ini, masyarakat akan tergerak untuk aktif meskipun sedang berada di rumah. Sebab menjaga imunitas sangat penting untuk saat ini.

“Tentu saja senam ini tidak khusus untuk masa pandemi, harapannya senam ini akan terus bisa menggerakkan masyarakat secara luas di seluruh wilayah nusantara, kapanpun dan dimanapun agar cita-cita masyarakat Indonesia yang bugar dapat dicapai,” harapnya.

Sementara itu, Menpora Amali mengungkapkan Senam SAH ini digagasnya bersama jajaran Kemenpora pada saat awal-awal pandemic covid-19 tiba. Saat itu, semua kegiatan masyarakat dibatasi dan anjuran di rumah saja. Disisi lain, semua kegiatan olahraga baik olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat semua terhenti.

Pada prosesnya, ia berdiskusi dengan jajaran bahwa Kemenpora tidak boleh diam walaupun situasi pandemi dan tetap berada di rumah, dimana semua kegiatan dilakukan di rumah mulai dari bekerja, sekolah, dan beribadah.

“Tetapi kantor ini atau kantor Kemenpora tidak boleh diam, saya sampaikan kita mempersiapkan berbagai hal dan kita tunjukkan ketika suatu saat nanti sudah recovery, maka mungkin kita yang akan recovery duluan. Saya sampaikan pada teman-teman,” kata Menpora.

Menurutnya, senam tersebut dibuat karena menyadari olahraga bisa dilakukan dimana saja tanpa harus dengan berbiaya mahal. Disisi lain, kebugaran menjadi syarat utama untuk menghasilkan talenta-talenta atlet berprestasi, sehingga dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) pemerintah mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebugaran jsamani.

“Di dalam Desain Besar Olahraga Nasional itu ada yang namanya pencarian bakat atau talenta-talenta yang akan kita dorong kepada olahraga yang prestasi. Tentu talenta yang berasal dari talenta yang sehat dan bugar. Kalau dia tidak sehat, tidak bugar, maka tidak mungkin kita akan mendapatkan talenta yang baik,” ujarnya. (ads)