KANALNEWS.Co, Jakarta – Sejumlah personel TNI AU calon penerbang pesawat jet tempur Sukhoi akan menjalani latihan dengan simulator di China. Pelatihan pilot pesawat tempur di China ini merupakan sebagai bagian dari kerja sama pertahanan antara Indonesia dan China.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan), Marsekal Madya Eris Herryanto seusai mendampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan Jenderal Jing Zhiyuan, anggota Komisi Militer Pusat, dan Panglima Korps Artileri II China di kantor Kemenhan, Jakarta, Senin (18/6).

Eris mengatakan sementara Indonesia belum punya sendiri simulator untuk latihan menerbangkan jet tempur Sukhoi, China menawarkan Indonesia agar mengirim calon penerbangnya untuk berlatih di fasilitas simulator yang mereka miliki. “Sudah ada yang dikirim ke sana dan kita akan kirim sesuai dengan keperluan. Mereka telah menawarkan untuk terima maksimum sepuluh personel, di sementara waktu kita belum punya simulator sendiri,” ujar Eris.

Kementerian Pertahanan sedang dalam proses membeli enam unit jet tempur Sukhoi Su-30 Mk2 dari Rusia untuk melengkapi 10 pesawat jet tempur Sukhoi yang sudah dimiliki Indonesia sehingga TNI AU memiliki kekuatan satu skuadron jet tempur. Bila paket kontrak pembelian jet tempur senilai US$470 juta ini disetujui oleh DPR dalam waktu dekat, diperkirakan dua unit pertama akan tiba di Indonesia Desember 2012.

Eris menambahkan Kemenhan sedang mengajukan rencana pengadaan satu unit simulator sehingga Indonesia akan memiliki sendiri simulator untuk latihan pesawat jet tempur.Selain kerja sama dalam pelatihan untuk personel TNI AU, Eris mengatakan Indonesia dan China juga akan mengadakan perundingan rencana kerja sama angkatan laut untuk keamanan maritim kedua negara dan latihan bersama di laut. Ranoe Nirawan