KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui pihaknya kini tengah mengkaji sistem nomor polisi ganjil-genap di jalan tol untuk mengendalikan kepadataan kendaraan pada saat arus mudik Lebaran 2017.

“Sedang kita bahas,” katanya di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Namun, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi masih enggan merinci wacana nopol ganjil genap tersebut. Dia hanya menyebut kebijakan tersebut akan cukup efektif jika diterapkan karena kendaraan dengan nomor polisi ganjil hanya bisa lewat pada tanggal ganjil dan kendaraan nomor polisi genap hanya bisa lewat tol pada tanggal genap. Dan Ia khawatir jika aturan tersebut diberlakukan akan melanggar hak masyarakat yang melakukan mudik menuju kampung halamannya.

“Itu yang sedang kami pikirkan. Kalau kita jadi masyarakat yang mudik, bisa berpikir enak saja kalau pas ganjil. Tapi saat (nomor polisi kendaraan) genap tidak boleh, mesti tunda satu hari. Kita sedang pikirkan hal seperti itu,” ungkapnya.

Karena masih dibahas, masih ada kemungkinan aturan tersebut dapat diberlakukan saat arus mudik Idul Fitri 1438 Hijriah yang jatuh pada Juni 2017 mendatang.

Menurutnya wacana nopol ganjil genap itu muncul dari usulan  masyarakat yang menginginkan arus mudik lebaran lancar.

“Iya dari masyarakat. Tapi kalau ada masyarakat yang tidak setuju, ya tidak bisa juga,” tutupnya. (Herwan)