Kanalnews.co, JAKARTA- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam orangtua yang tega mencungkil mata anaknya di Sulawesi Selatan (Sulsel). PBNU meminta polisi menyelidiki adanya guru atau dukun yang mengajarkan ajaran sesat tersebut.
Kasus pencongkelan mata anak perempuan di Gowa, Sulawesi Selatan sangat menyakitkan hati. Bagaimana tidak, orangtua yang seharusnya melindungi malah tega mencongkel mata sang anak dan dibantu oleh ayah serta kakek neneknya.
Mereka diduga mempelajari pesugihan dan ilmu hitam. Kini mereka sedang diperiksa oleh Kepolisian dan diperiksa kejiwaanya.
“Ini jelas sesat, ini menyalahi, tidak pernah ada agama manapun yang mengajarkan yang begini,” kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini kepada wartawan.
Oleh karena itu, Helmy menegaskan pentingnya belajar pendidikan agama. Sebab di dalam Al Quran diajarkan untuk menghindari perbuatan kefakiran dan kekufuran.
“Ini perbuatan kejam, biadab, tidak berperikemanusiaan, maka untuk itu pendidikan agama menjadi penting. Jadi di Al-Qur’an ada kefakiran, kemiskinan itu bisa membawa pada kekufuran yang menyebabkan orang itu gelap mata. Termasuk menghalalkan segala cara dengan pesugihan yang kemudian sesat,” kata dia.
Helmy berharap polisi menindak pelaku dengan tegas. Polisi juga perlu mengusut siapa dalang atau guru yang mengajarkan ilmu pesugihan tersebut.
“Kita harapkan tentu aparat keamanan untuk menindak tegas yang bersangkutan, selanjutnya menjadi tanggung jawab kita semua untuk diberikan pendampingan karena ini trauma yang berkepanjangan tentunya,” kata dia.
“Menurut saya ini kalau dia belajar dari seorang, katakanlah dukun, orang ini harus diambil ini. Ini siapa yang mengajari, siapa yang menyuruh yang bersangkutan untuk mencongkel mata anaknya ini harus segera diambil. Berarti bukan satu ini korbannya, sangat mungkin ada korban-korban lain,” pungkasnya. (ads)





































