Kanalnews.co, JAKARTA– Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan izin untuk menggelar kompetisi Liga 1 2021/2022. Itu setelah ada pertemuan dengan Menpora RI Zainudin Amali.

Menpora Amali bertemu dengan Kapolri di Kantornya, Senin (23/8/2021). Dalam pertemuan itu, membahas detail persiapan kompetisi Liga 1 yang dijadwalkan kickoff pada 27 Agustus mendatang.

Sebelumnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu yang lalu.

Menpora Amali menjelaskan kedatangannya untuk menanyakan kembali soal izin kompetisi. Pria asal Gorontalo itu juga sekaligus menyakinkan bahwa liga akan berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Sore hari ini saya datang lagi ke Mabes Polri mendiskusikan tentang penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Kita ketahui kompetisi sudah berhenti setahun. Maret April lalu ada Piala Menpora. Ada aspirasi supaya bola digulirkan,” ujar Amali.

“Mereka di rumah butuh tontonan. Pemerintah sendiri ada kepentingan untuk pembentukan Timnas Indonesia. 2023 nanti akan jd tuan rumah Piala Dunia U-20. Tentu butuh kompetisi. Tanpa kompetisi tak ada Timnas yang baik. Tak ada talenta yang termonitor.”

“Karena itu saya datang lagi ke Mabes Polri untuk menanyakan bagaimana kelanjutan Liga 1 dan Liga 2. Kami pun sudah rekomendasi dengan catatan prokes ketat karena varian delta, tempatnya pun harus fleksibel,” tambahnya.

Kapolri Ingatkan Prokes Ketat

Meski sudah diberikan izin, Listyo mengingatkan agar prokes benar-benar dijalankan. Sebab, bukan tak mungkin izin dicabut jika ditemukan kasus atau keteledoran.

“Terkait permohonan Ketum PSSI dan beberapa permintaan klub dan juga rekomendasi dari rekan-rekan yang ada, kita laksanakan beberapa kali evaluasi, terkait dengan permohonan tersebut, dan melihat situasi penurunan kasus di beberapa wilayah yang kemudian melonggarkan kegiatan olahraga, kami sepakat untuk memberikan persetujuan perizinan pelaksanaan Liga 1 maupun Liga 1 dengan prokes yang ketat,” kata Listyo.

“Oleh karna itu sepakat dan disetujui PSSI, para pemilik klub Liga 1 dan 2 disepakati juga rekan-rekan suporter bola untuk penyelenggaraan kita kawal dilaksanakan tanpa penonton. Dan pelaksanaan dilaksanakan dengan penegakan prokes secara ketat terhadap pemain, ofisial, giat pertandingan harus dua kali vaksin,” jelasnya. (ads)