Foto ilustrasi

 

Kanalnews.co, JAKARTA- BMKG memprediksi cuaca ekstrem di Indonesia meningkat 20 persen yang berlangsung hingga Maret-April 2025. Hal ini terjadi lantaran fenomena La Nina.

“Cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi hingga Maret-April 2025, dipengaruhi oleh fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20 persen,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, dikutip Senin (16/12/2024).

Ia juga menyebut potensi cuaca ekstrem pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Dwikorita meminta masyarakat waspada saat melakukan perjalanan musim libur Nataru.

Selain itu, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi Cold Surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dengan kondisi tersebut, Dwikorita menyebut akan berdampak pada intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia. BMKG terus memantau dan melakukan upaya pencegahan bencana hidrometerologi.

“Update informasi cuaca berkala diperlukan sebagai bentuk preventif guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan keluar kota maupun saat mengunjungi berbagai destinasi wisata. Di musim penghujan seperti sekarang ini sangat rawan terjadi bencana hidrometeorologi,” katanya.

Untuk memberikan informasi BMKG menyediakan, fitur ‘Digital Weather for Traffic (DWT)’. Layanan tersebut dapat digunakan pelaku perjalanan untuk mengecek informasi cuaca di jalur mudik seperti cuaca jalur darat, cuaca rute perjalanan, cuaca bandar udara, cuaca pelabuhan, cuaca penyeberangan, hingga informasi penerbangan dan gelombang. (pht)