
Kanalnews.co, JAKARTA– Anies Baswedan membantah adanya kesepakatan soal tenggat waktu 40 hari yang diberikan PKS. Hal itu yang kerap digaungkan PKS sebagai alasan mencabut dukungannya di Pilgub Jakarta.
Bantahan tersebut disampaikan Anies kepada Ketua DPW PKS Jakarta Khoirudin melalui pesan suara yang beredar di media sosial. Jubir Anies Angga Putra Fidrian membenarkan.
“Sama sekali tak ada 40 hari dan lain-lain. Saya kaget aja jubir-jubir PKS di media mengatakan 40 hari, deadline 4 Agustus sebagai deadline cari partai lain, mengapa kaget? Karena memang tak pernah dibahas ya. Dan setahu saya tak pernah ada deadline soal SK dari partai lain,” kata Anies dalam rekaman suara itu.
Anies mengungkapkan momen awal-awal pertemuannya dengan PKS untuk membahas Pilkada Jakarta 2024.
Ketika itu, ia bertemu dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu membahas rencana duet dengan Sohibul Iman.
“Maka seminggu sampai 4 Agustus. kenapa tanggal 4? karena tanggal 7 rencananya ada rapat DPTP untuk memastikan pasangan AMAN ini sudah aman,” ujarnya.
Anies kemudian bertemu dengan Sohibul pada 30 Juli untuk membahas secara langsung pilkada Jakarta.
“Saya sampaikan kalau bisa ingin ketemu Pak Presiden (Syaikhu) hari itu juga. Jadi Rabu sore 31 Juli, saya jumpa. Dan saya sampaikan saya siap berjuang bersama Pak MSI sebagaimana yang diputuskan di DPTP,” kata Anies.
“Jawaban disambut baik Pak Presiden (Syaikhu). ‘Disampaikan juga dengan adanya keputusan ini maka mesin partai bisa mulai bergerak’,” kata Anies.
Setelah sepakat mengusung AMAN (Anies-Sohibul Iman), Anies berusaha komunikasi dengan parpol lain. Ia mengakui ada partai yang ingin berkoalisi, hanya saja menunggu waktu yang tepat.
“Dan sejauh ini enggak ada perubahan di partai lain. Dan memang mereka merasa menunggu waktu tepat untuk diumumkan,” katanya.
“Nah selama ini kita siap-siap bahwa dalam komunikasi dengan partai mana pun, cawagub dari PKS. Kita siap-siap melangkah maju bersama,” sambungnya.
Sebelumnya, Juru Bicara sekaligus Wakil Sekjen DPP PKS Zainudin Paru mengatakan alasan kesulitan mendukung Anies karena tak ada parpol lain yang berkoalisi. Anies dianggap tak mampu mencari rekan koalisi selama tenggat waktu tersebut. (ads)






























