
Kanalnews.co, JAKARTA– Ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, AKBP Syarif Fitriansyah, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi “meratap” atau berperilaku simbolik di depan kediaman pribadi Jokowi, menyusul viralnya sebutan “Tembok Ratapan Solo”.
Imbauan tersebut disampaikan karena masih ditemukan warga yang datang ke gerbang rumah Jokowi dan menirukan aksi meratap, sebagaimana ramai beredar di media sosial. Syarif menegaskan, meski tidak ada pelarangan berkunjung, masyarakat diharapkan menjaga etika dan tidak menjadikan rumah pribadi sebagai ruang ekspresi publik.
“Masih ada saja yang mencoba melakukan aksi seperti itu. Kami imbau supaya tidak dilakukan lagi,” kata Syarif.
Fenomena ini mencuat setelah lokasi kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara No. 1 muncul dengan label “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps. Penamaan tersebut kemudian memicu rasa penasaran publik dan mendorong sejumlah orang datang untuk berfoto maupun melakukan aksi simbolik di depan pagar rumah.
Syarif menekankan rumah tersebut merupakan hunian pribadi Jokowi dan Iriana, bukan destinasi wisata, apalagi tempat religi seperti yang tersirat dari penamaan tersebut. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak memaknai lokasi tersebut secara berlebihan.
“Ini rumah pribadi, bukan tempat umum atau monumen. Mohon diperlakukan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Meski demikian, Syarif memastikan tidak ada pengetatan atau pembatasan akses bagi masyarakat yang melintas atau berkunjung. Situasi di sekitar rumah Jokowi tetap berjalan normal seperti sebelumnya.
“Tetap seperti biasa, tidak ada pembatasan khusus. Hanya imbauan agar tidak ada aksi-aksi yang kurang pantas,” katanya.
Viralnya istilah “Tembok Ratapan Solo” juga diperkuat oleh beredarnya video seorang pemuda yang berlagak meratap di depan gerbang rumah Jokowi. Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram Instagram @indopium dan menuai beragam reaksi warganet. (pht)



































