KANALNEWS.co, Jakarta – Dr Ir Arief Yahya MSc, mengoleksi lebih dari 31 penghargaan nasional setelah lebih dari 28 tahun berkarier sebagai professional di PT Telkom Indonesia. Memulai karir dari level Kandatel di DKI Jakarta dan Kalimantan hingga mencapai jabatan tertinggi sebagai orang nomor satu PT Telkom Indonesia pada tanggal 11 Mei 2012 hingga 2017.

Namun baru setengah perjalannya menjadi orang nomor satu di Telkom, tugas negara telah menanti setelah presiden Joko Widodo memintanya menjadi Menteri Pariwisata kabinet Indonesia Kerja mulai 27 Oktober 2014.

Dengan banyaknya penghargaan yang diterimanya, dan sepertiga dari award berkelas yang didapatkan Arif adalah prestasi di bidang marketing, atau pemasaran dan sisanya didapat oleh pria kelahiran Banyuwangi Jawa Timur(54 tahun) itu dari kepemimpinan (leadership), keuangan (finance), dan pelayanan (services), tentunya Arif mulai mengeluarkan jurus-jurus maut untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke manca negara.

Kini, bukan “penghargaan” lagi yang sedang dia kejar, melainkan capaian wisatawan mancanegara hingga 20 juta orang di tahun 2019. Dan itu bukan target yang ringan, jika dibandingkan dengan pencapain tahun 2014 yang mencapai 9 juta wisman, tentunya  target itu naik lebih dari 100 persen. Dan pada pertengahan Agustus 2015 ini, jurus saktinya yang dikeluarkan adalah menggenjot promosi pariwisata di seluruh penjuru dunia.

Kini hasilnya mulai terlihat, branding ‘Wonderful Indonesia’ mulai terpampang jika Anda pergi ke Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Tiongkok, Australis, Jepang, Korea, Timur Tengah, Selandia Baru, Hongkong, Taiwan, India, Eropa dan Amerika baik dalam bentuk TVC, media online, media ruang, media luar ruangan, cetakan, videotron yang menempel di building, sampai sticker yang membungkus badan bus kota, kereta, taxi dan berbagai fasilitas publik lain yang mudah ditangkap indra penglihatan, gampang diakses, cepat terbaca.

“Wonderful Indonesia bakal mengetuk pintu dari seluruh penjuru dunia. Media yang sudah diplacement antara lain: Astro TV, National Geographic Australia, FX-Australia, Channel News Asia, FOX Channels, CCTV China, CNBC International, Channel 5 Channel 8 Channel U Singapore, MBN, MBC, TV3, TBS, TV Asahi Ch. 1, Channel 7, Channel 9, Aljazeera, DIVA (Asia TV Channel), Discovery Channel, Travel Living Channel/AFC, CNN International, BBC World, Sport Channels, dan Publikasi Branding,” jelas Arief Yahya.

Strategi promosi seperti ini belum pernah ada selama Kementerian Pariwisata ini berdiri di Republik ini. Termasuk memaksimalkan digital online dan media social, agar pariwisata menjadi trending topic. Termasuk pilihan negara yang menjadi sasaran pasar utama, di-cross dengan destitasi nasional yang sudah disiapkan dengan tiga “great” itu, Great Bali, Great Jakarta, dan Great Batam.

Pria lulusan Teknik Elektro Telekomunikasi, Institut Teknologi Bandung (IBB) 1986, Master of Science Telematics, University of Surrey, UK, 1994 Ilmu Ekonomi – Manajemen Bisnis, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, 2014 itu menambahkan, foto-foto keindahan alam Indonesia, pantai, langit, bawah laut, gunung, hutan, budaya, dan segala tradisinya menjadi daya pikat yang khas.

“Karena itu tour operator, bisnis pariwisata, hotel, restoran, pemandu wisata, transportasi, hiburan, event dan semua yang terkait harus sudah melakukan persiapan. Peak season akhir tahun nanti harus diantisipasi dengan baik, agar terhandle tanpa cacat,” ujarnya lebih lanjut.

Promosi yang diterapkan Arief Yahya tidak sembarang membuat desain dan dipasang di media. Semua dipertajam dengan menggunakan pisau analisis teori BAS (Branding, Advertising, Sales), lalu diperkuat dengan POS (Paid, Media, Own) media, dan di-cross dengan analisa DOT (Destinasi, Originasi, Time). Ketika semua sudah matching dan diputuskan dalam rapat pimpinan, semuanya cepat diimplementasikan di lapangan.

“Ini adalah kementerian promosi, untuk menarik wisman yang rata-rata per hari membelanjakan uang USD 1.200,” jelas pengarang buku bertema marketing dan manajemen “Paradox  Marketing” yang masuk best seller dan “Great Spirit Grand Strategy” itu.

Dari soal promosi itu saja, kata bapak 4 anak ini, tidak akan ada habis-habisnya berteori dan memberikan benchmark-nya. Masih banyak menyimpan trik marketing lagi yang belum dia keluarkan, sebelum level pertama BAS, POS dan DOT itu running. Karena itu basic-nya, setelah itu baru digeber dengan teknik lain sebagai booster dan melibatkan seluruh public secara aktif melalui digital.

“Jurus ini dulu saja yang kita kebut, pastikan semua jalan dengan optimal dulu,” sebut penghobi tenis dan musik yang pernah dinobatkan sebagai marketer of the year 2013 oleh MarkPlus.

Arief Yahya memang sangat kuat berteori, sama kuatnya dengan tekanan implementatifnya. Saat memimpin Telkom, dia dipuji-puji karena dalam 2 tahun nilai pasarnya (Market Cap)-nya naik dua kali lipat, dari Rp 150 T melompat menjadi Rp 300T. Lompatan tajam itulah yang sedang dia persiapkan untuk meraik kunjungan wisman hingga 2019 mendatang.

“Saya yakin bisa, karena secara manajemen, memang punya potensi untuk melompat lebih tinggi,” kata Arief yang langganan penghargaan di bidang marketing, manajemen dan leadership itu.

Arief pernah dijuluki Business Future Leader, urutan teratas 25 Business Future Leader, versi Majalah Swa Sembada, No.22/XXII/18 Oktober-1 November 2006. Lalu, The Best for CEO Commitment Indonesia Human Capital Study 2012. Dunamis Human Capital dan Majalah Business Review, CEO BUMN Inovatif Terbaik  Anugerah BUMN Award 2012, BUMN Track The Amazing Star: 9 Tough CEO Mens Obsession, The Best CEO BUMN, CEO Innovation Award, The Best CEO Finance Asia The Best CEO of The Year, Anugerah Business Review 2013, The Best CEO Corporate Strategy, Anugerah BUMN 2013, BUMN Track & PPM, Marketeer of The Year 2013, Markplus Conference 2014, The Most Inspirational CEO, Mens Obsession Award 2014,  2014 Green CEO, The Best Green CEO Majalah Warta Ekonomi 2014, The Best CEO 2014 Indonesia  Leadership  Award  SWA. (Herwan)