KANALNEWS.co, Pomalaa– Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, Kamis (5/3/) meninjau Pabrik Feronikel Pomalaa milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Web resmi Kementerian ESDM, Jumat (6/2) menyebutkan, dalam kunjuang tersebut Menteri didampingi Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, R. Sukhyar dan Direktur Utama PT Antam (Persero) Tbk, Tato Miraza.

Dijelaskan, pabrik Feronikel Pomalaa terdiri dari empat pabrik yaitu pabrik FeNi I yang telah beroperasi sejak tahun 1976 dengan kapsitas terpasang 5.500 TNi per tahun, pabrik FeNi II beroperasi sejak tahun 1995 dengan kapasitas terpasang 6.500 TNi per tahun, pabrik FeNi III, beroperasi sejak tahun 1997 dengan kapasitas 15.000 TNi per tahun, pabrik FeNi IV yang ditargetkan akan commisioning pada bulan September 2015.

Dalam sambutannya, Sudirman Said, berharap agar proses peningkatan nilai tambah yang telah dilakukan PT Antam  tersebut untuk terus didorong sehingga ke depan bangsa ini tidak lagi mengekspor bahan mentah atau dalam istilah menjual tana air.

“Istilah mereka, kita selam ini mengekspor tanah air, mengekspor bahan mentah sudah berbelas tahun,” kata Sudirman Said.

Menteri menambahkan, jangan sampai kita ketergantungan bahan baku untuk industri. Seperti misalnya kita ingin membuat senjata api namun bahan bakunya didapat dengan cara mengekspor. “ saya punya pengalaman saat memimpin PT Pindad, saya pikir bahannya senjata yang utama seperti baja, timah dan tembaga, dan saya mendengar lama sekali di Bangka ada timah dan di Papua ada tembaga dan dimana-mana ada besi tapi ternyata seluruh komponennya itu impor,” ujar Menteri.

Menteri ESDM mengapresiasi upaya peningkatan nilai tambah yang telah dilakukan PT Antam. “ Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan PT Antam ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan terus. Dan, satu hal bahwa saya setuju CSR itu harus menjadi ‘jembatan’ antara dunia usaha dengan masyarakat dan itu adalah bagian dari manfaat yang ditebarkan bagi lingkungan,” pungkasnya. (Mulkani)