Kanalnews.co, TUBAN– Budidaya atau berternak kambing menjadi primadona pemberdayaan masyarakat desa karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Bahkan program yang dilaksanakn langsung oleh masyarakat desa tersebut, sudah direalisasikan dua kali berturut turut, di tahun 2020 dan direalisasikan kembali pada 2021.

“Alhamdulillah, Semen indonesia memiliki komitmen dan kepedulian yang baik terhadap pembangunan ekonomi masyarakat disekitarnya,” ujar Kepala desa Karangasem, Surip.

Menurut kades, program pemberdayaan yang ada didesanya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga, terutama mereka yang memiliki keinginan berkembang namun kesulitan permodalan. Ada beberapa program selain kambing, diantaranya program Pemberdayaan Jasa Laundry dan usaha pembuatan kue dan makanan yang dijalankan oleh ibu ibu didesa ring satu PT semen Indonesia itu.

“Terus terang saja  pemberdayaan cukup besar manfaatnya, karena mampu menjadi peluang usaha bagi warga kami, contoh saja kambing, sebelumnya sudah berjalan baik, saat ini program kambing juga direalisasi kembali melalui Pengelolaan BUMdesa,” terang Surip.

Adapun Program pemberdayaan yang dilaksanakan di Desa Karangasem merupakan program yang diberikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, melalui Corporat Responcibility (CSR). Nilainya kurang lebih tujuh miliar, tersebar di 26 desa dan tiga kecamatan. Pada Tahun 2021, program pemberdayaan yang dapat direalisasi mencapai 143 program. Seluruhnya dijalankan dan dikelola oleh masyarakat sekitar.

Perusahaan berharap, program pemberdayaan mampu berjalan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tuban.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Sejahtera Desa Karangasem, Soim mengatakan, budidaya kambing memiliki potensi yang baik di desa Karangasem. Ketersediaan pakan dan didukung lingkungan yang ideal membuat kambing dapat berkembang cukup baik tanpa harus memerlukan pakan tambahan berlebih yang harus dibeli dari toko.

“Disini ketersediaan pakan cukup baik, sehingga dapat menekan kos produksi pembelian konsentrat, meski itu tetap diperlukan,” jelas Soim.

Tidak hanya pakan, alur pemasaran kambing juga sudah dikuasai oleh pelaksana program, berbekal dari program kambing sebelumnya yang sudah berhasil.

“Pemasaran bagus, disini ada pasar, dengan kualitas kambing yang kita punya pengepul juga kerap datang untuk membeli kambing anakan,” lanjut Soim.

Saat ini jelas Direktur BUMDes itu, kambing yang direalisasikan tahun 2021 Oleh program pemberdayaan semen indonesia sudah siap berkembang biak, dari 27 ekor kambing yang direalisasikan, sekitar enam ekor sudah siap beranak, dan sisanya sedang dipersiapkan untuk kawin guna menghasilkan anakan kambing yang dapat dijual maupun dikembangkan kembali.

“Realisasi 2021 ada 27 ekor, sekarang sudah ada enam yang hamil, terimakasih semen indonesia semoga program lanjutan ini bisa sukses seperti program aebelumnya, “ pungkasnya. (LH/MET)