Foto dok Biro Pers Kepresidenan

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Presiden RI Joko Widodo kembali mengingatkan kunci untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Percepatan vaksinasi dan protokol kesehatan menjadi kunci.

Kasus Covid-19 belakangan melonjak tajam. Bahkan angka varian Omicron sudah mencapai 57 ribu kasus, melebihi varian Delta di angkat 56 ribu.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan vaksinasi pada pagi hari ini. Ini penting sekali karena memang kasus sekarang ini sedang naik sehingga diperlukan percepatan vaksinasi terutama untuk lansia dan anak,” ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi di Majalengka yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/2/2022).

“Karena kunci dalam pengendalian COVID-19 saat ini, utamanya varian Omicron ada dua, yang pertama kecepatan vaksinasi baik itu vaksinasi suntikan yang kedua maupun untuk suntikan penguat atau booster,” dia menambahkan.

Tak hanya vaksinasi, Jokowi menyebut cara lainnya adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Yang kedua, kembali saya sampaikan kepada masyarakat mengenai pentingnya prokes, utamanya pemakaian masker, ini penting untuk diulang-ulang agar seluruh masyarakat taat pada protokol kesehatan,” ujar Jokowi.

Sementara itu Bupati Majalengka, Karna Sobahi, melaporkan kondisi COVID-19 dan perkembangan vaksinasi di wilayahnya. Ia menyebut saat ini Pemkab melibatkan ulama dan ormas dalam menggenjot vaksinasi.

“Yang pertama, jumlah penduduk Kabupaten Majalengka 1.320.854 orang. Dari jumlah itu, sasaran dan target vaksinasi di Kabupaten Majalengka 1.470.000. Di dalamnya terdapat 126 ribu usia lanjut. Kemudian usia 6-11 tahun itu ada 117 ribu. Dari jumlah itu, sudah kami laksanakan vaksinasi pertama untuk usia di atas 18 tahun, yang di dalamnya ada lansia, dosis satu sejumlah 880.419 orang atau 84,4 persen,” katanya.

“Dosis dua yang sedang saya genjot bersama Forkopimda bersama tokoh masyarakat, alim ulama, ormas, karena kita sudah menjadikan gerakan vaksinasi di Majalengka ini sebagai gerakan massa yang luar biasa. Artinya semua komponen ikut terlibat,” ucapnya. (ads)