
Kanalnews.co, JAKARTA– Arema FC mulai tidak diterima dimana-mana imbas Tragedi Kanjuruhan. Singo Edan pun mulai mempertimbangkan diri untuk bubar.
Sejak Tragedi Kanjuruhan merungut ratusan jiwa, Komisi Disiplin PSSI Arema FC memberikan hukuman tidak boleh berkandang selama sisa Liga 1 2022/2023. Arema FC bisa bermarkas bejarak minimal 250 kilometer dari Kota Malang.
Namun, Arema justru ditolak dimana-mana. Akibatnya, sejumlah laga harus ditunda.
Tak hanya itu, bus Arema FC dilempari batu oleh oknum di beberapa daerah. Puncaknya, kantor Arema FC dirusak.
Melihat kondisi dan situasi tersebut, manajemen Arema FC berpikir jika timnya memang harus dibubarkan. Meski berat, Arema FC harus menerima dengan legowo.
“Upaya yang ditempuh dan dihadapi klub Arema FC pasca musibah Kanjuruhan sudah dilakukan, mulai membuka crisis center untuk membantu oenanganan korban, menghadapi proses dan gugatan hukum baik pudana dan perdata serta menjaga eksistensi klub agar tetap menjalani kompetisi meskipun dengan berbagai sanksi dan denda dari federasi, memberikan layanan trauma healing, serta menjaga eksistensi klub agar tetap bertahan. Kami sangat memahami suasana duka yang berkepanjangan, kami akan terus berusaha dan berupaya agar situasi ini kembali normal,” kata Komisaris PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia, Tatang Dwi Arfianto.
“Tentu kami merespons atas insiden ini. Direksi dan manajemen berkumpul, membicarakan langkah berikutnya seperti apa. Jika sebelumnya kita memikirkan banyak masyarakat Malang yang hidup dari sepakbola utamanya Arema FC, seperti UMKM, pedagang kaki lima sampai usaha kecil lainnya,” katanya.
“Tapi jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusivitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak,” kata Tatang.



































