
Kanalnews.co, JAKARTA– Wacana Arema FC untuk membubarkan diri ditanggapi dingin oleh pengamat sepakbola Akmal Marhali. Ia menilai hal itu hanya ucapan diplomatis saja.
Semenjak Tragedi Kanjuruhan, Arema FC mulai mendapatkan sanksi sosial. Singo Edan tidak diterima bermain di sejumlah daerah.
Puncaknya, yaitu kerusuhan di Kantor Arema FC, Kota Malang, Ahad (29/1/2023). Akibatnya kantor dan store mengalami kerusakan.
“Kalau mau bubarkan, bubarkan saja. Kenapa harus disampaikan ke publik? Itu kan mempertimbangkan. Kalau mempertimbangkan, 90 persen tidak akan bubar. Biasanya gitu,” kata Akmal.
Menurutnya wacana mundur tersebut hanya retorika untuk mendinginkan suasana. Akmal menilai pemilik Arema FC Iwan Budianto tidak mungkin membubarkan klubnya.
“Ini pernyataan diplomasi saja untuk mendapatkan simpati publik. Tidak mungkin Iwan Budianto akan membubarkan Arema,” ujarnya.
Akmal menilai Aremania sejatinya menginginkan kepedulian klubnya terhadap kasus Kanjuruhan. Tapi Iwan Budianto tak pernah melakukannya.
“Manajemen Arema tahu yang dibutuhkan Aremania adalah kepedulian terhadap kasus Kanjuruhan. Tapi, Iwan Budianto tak punya keberanian untuk unjuk diri terkait kasus tersebut,” ucapnya.
Sebelumnya, manajemen Arema FC mempertimbangkan untuk menempuh keputusan bubar apabila dianggap tidak kunjung kondusif. Hal ini diungkapkan Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), Tatang Dwi Arfianto dalam menyikapi kondisi di Malang. (ads)



































