KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersyukur atas raihan medali emas kontingen pada Asian Games ke -18 tahun 2018 yang telah melampaui target yang ditetapkan. Dari target 16 emas, hingga hari ke-10 pelaksanaan pesta olahraga bangsa-bangsa Asia, Indonesia telah mengumpulkan 21 medali emas.

“Sesuai dengan janji pemerintah, peraih medali emas Asian Games diganjar bonus Rp1,5 miliar. Pemerintah juga akan memberikan bonus kepada peraih medali perak, perunggu hingga pelatih. Tak hanya uang, namun atlet yang telah meraih medali juga akan mendapat bonus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Rumah,” ujar Menpora kepada wartawan di MPC Asian Games, JCC Jakarta, Senin (27/8/2018) petang.

Menpora menyampaikan bahwa untuk besaran bonus pemerintah sudah menyiapkannya. Dan itu akan kami bagikan setelah penyelenggaraan Asian Para Games, karena bonus untuk Asian Para Games juga sama.

“Pemerintah telah menyiapkan, menganggarkan, dan mendata bonus untuk para peraih medali . Peraih satu keping medali emas bagi single Rp1,5 miliar. Untuk double, peraih emas masing-masing Rp 1 miliar, dan beregu Rp 800-900 juta rupiah. Mengenai kapan dibagikan, akan kami lakukan setelah Asian Para Games selesai, karena bonusnya sama. Jadi harus kita hitung dengan detail. Dan semua bonus akan diserahkan ke rekening masing-masing atlet tanpa dipotong pajak,” janji Imam.

“Kami juga siapkan bonus bagi pelatih dan asisten pelatih. Begitu pula bonus untuk peraih perak dan perunggu, angkanya lebih besar dari Asian Games 2014 Incheon. Bonus PNS juga akan diberikan kepada peraih emas, perak, dan perunggu. Dan rumah yang disiapkan oleh Kementerian PU-PR. Ini belum dari pihak swasta,” tambah Menpora.

Namun, untuk besaran nominal bonus bagi cabang olahraga beregu, Kemenpora masih membutuhkan untuk merincinya. Imam juga menjanjikan bonus bagi cabang olahraga yang melampaui target. “Bonus angka dan persentase ketika bicara tim maka satu sama lain berbeda. Misalnya, jumlah tim voli akan berbeda dengan kano/kayak atau perahu naga, juga berbeda dengan tim sepakbola. Masing-masing ada hitungannya, termasuk pelatih dan asisten pelatih. Selain itu, kami siapkan bonus bagi cabang olahraga yang melampaui target. Itu sebagai apresiasi kami,” tegasnya. (WAN)