KANALNEWS.co, Jakarta – Panas terik matahari langit Cibubur tak menyurutkan keasyikan wanita cantik paruh baya ini menghentikan kegiatannya mengayunkan pemukul (Balt) di lapangan Cricket kompleks Buperta Cibubur Jakarta Timur.
Wanita yang bernama lengkap Rita Widyasari atau akrab dipanggil Rita ini adalah Bendahara Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) yang dipimpin oleh Ketua Umumnya Aziz Syamsudin mengakui cukup puas bermain dan beberapa kali bola yang dipukulnya tepat sasaran.
“Main Cricket ternyata seru ya, suasana mainnya enak,” kata Rita saat berbincang dengan Kanalnews.co Minggu (31/5).
Cricket adalah olahraga yang dimainkan dilapangan rumput berbentuk oval yang tidak mempunyai ukuran luas lapangan namum mempunyai batas lingkaran yang dibatasi oleh bendera atau tali. Ditengah lingkaran lapangan terdapat tempat datar yang padat atau pitch dengan panjang 20,12 meter dan lebar 2,64 meter yang digunakan untuk memukul bola serta membowling bola kemudian di kedua ujung pitch ditanam stump yang sama seperti gawang yang harus dilindungi oleh si pemukul.
Sambil membasahi kerongkongannya dengan minuman ber-ion untuk menggantikan ion tubuhnya yang hilang setelah bermain. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) yang menjabat kembali pada priode keduanya itu menyatakan ingin mengenalkan dan mensosialisasikan Cricket kepada masyarakat tidak hanya di Kutai Kartanegara namun juga Kalimantan Timur bahkan pulau Kalimantan.
“Jika Kaltim berprestasi tentu provinsi lainnya di Kalimantan akan belajar Cricket dengan kami,” katanya.
Salah satu skala prioritas sosialisasi yang akan dilakukan oleh wanita kelahiran 11 November 1973 adalah dengan mengenalkan olahraga asal Inggris ini ke sekolah-sekolah. “Sekolah adalah cikal bakal munculnya atlet-atlet handal dimasa yang akan datang.”
Sebagai pembina olahraga di Kutai Kartanegara, Rita tak memungkiri kegilaanya pada cabang olahraga sepak bola dengan beberapa kali menonton langsung klub kesayangannya Mitra Kukar berlaga di kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indoneisa (QNB League). Namun apa mau dikata, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membekukan PSSI yang berimbas terhentinya kompetisi dan Ia tidak bisa menyaksikan klub kesayangannya beraksi.
Dan sebagai dampak dari intervensi Kemenpora tersebut, Federasi Sepak bola dunia FIFA akhirnya memberikan sanksi kepada Indonesia dalam kurun waktu yang tidak ditentukan.
“Saya gak ngerti urusan gituan, tapi setahu saya Indonesia dikucilkan dari kompetisi internasional. Saya mikirin Cricket aja ya,” katanya lebih lanjut.
Setelah terhentinya kompetisi QNB Leaque, Wanita energik ini ingin memanfaatkan lapangan sepak bola yang biasanya digunakan oleh klub Mitra Kukar. “Sebelum kami memiliki lapangan cricket standar internasonal, atlet-atlet cricket berlatih di lapangan Mitra Kukar dulu.”
Kedepan, Rita ingin Kukar memiliki lapangan Cricket dengan skala Internasional. “Yang pasti, kami harus menyiapkan sarananya dulu. Kami akan membangun sarana cricket yang memenuhi standar international dan tentunya butuh dukungan semua pihak,” tandas Rita
Penulis : Herwan Pebriansyah




































