
Kanalnews.co, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal mengalami perubahan besar. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan ke depan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu tidak lagi diberikan kepada seluruh siswa, melainkan diprioritaskan hanya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Abdul Mu’ti menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil rapat tingkat menteri yang telah menyepakati perubahan sasaran penerima manfaat MBG. Saat ini pemerintah masih menyusun mekanisme agar penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran.
“Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan,” kata Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Minggu (5/7).
Menurutnya, pemerintah belum merampungkan skema teknis pelaksanaan kebijakan baru tersebut. Termasuk wacana pelibatan kantin sekolah dalam distribusi MBG yang masih dikaji bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
“Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh mekanisme kini masih disusun agar pelaksanaan program tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
“Mekanismenya bagaimana, sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Abdul Mu’ti menambahkan, kewenangan penuh penyelenggaraan MBG berada di tangan BGN. Sementara Kemendikdasmen hanya memberikan masukan agar pelaksanaan program sesuai dengan tujuan yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut, semangat utama MBG adalah membangun generasi yang sehat dan menekan angka stunting. Karena itu, bantuan dinilai akan lebih efektif jika difokuskan kepada siswa yang paling membutuhkan.
“Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima, itu yang dilayani,” ucapnya.
Selain meningkatkan gizi anak, Abdul Mu’ti menilai MBG juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Program tersebut masuk dalam salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni membiasakan peserta didik mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
“Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG,” katanya.
Ia memastikan Kemendikdasmen akan terus berkoordinasi dengan BGN sembari menunggu aturan lanjutan terkait skema baru pelaksanaan program MBG. (ads)



































