Foto Kemenpora

 

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan strategi baru untuk mendorong lahirnya lebih banyak pemain Indonesia berkualitas. Alih-alih membatasi pemain asing, PSSI memilih memberikan bonus dan tambahan pendanaan kepada klub yang berani memberi menit bermain lebih banyak kepada pemain lokal.

PSSI mulai menyiapkan skema penghargaan finansial bagi klub-klub Super League yang konsisten mengandalkan pemain Indonesia dalam kompetisi musim depan.

Kebijakan tersebut disampaikan Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI beberapa hari lalu. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas kompetisi dan pembinaan talenta nasional.

Erick menjelaskan regulasi pemain asing yang berlaku saat ini tetap dipertahankan. Klub masih diperbolehkan memiliki hingga 11 pemain asing dalam skuadnya sepanjang musim.

Meski demikian, PSSI tidak ingin keberadaan pemain asing justru menghambat perkembangan pemain lokal. Untuk itu, klub yang memberikan kesempatan bermain lebih besar kepada pemain Indonesia akan memperoleh keuntungan tambahan berupa insentif dana.

“Tahun ini I League juga memberikan insentif tambahan kepada klub-klub yang memainkan pemain Indonesia lebih banyak. Mereka akan mendapatkan tambahan pendanaan,” ujar Erick.

Menurut Erick, pendekatan insentif dinilai lebih efektif dibandingkan membatasi kuota pemain asing secara ketat. Dengan cara tersebut, klub tetap memiliki keleluasaan membangun kekuatan tim sekaligus terdorong untuk mengembangkan pemain dalam negeri.

Isu pembinaan pemain muda sendiri sempat menjadi sorotan dalam rapat tersebut. Sejumlah anggota dewan mempertanyakan dampak banyaknya pemain asing terhadap peluang bermain talenta lokal di kompetisi tertinggi Indonesia.

Menanggapi hal itu, Erick menegaskan PSSI terus mencari formula terbaik agar kompetisi semakin kompetitif tanpa mengorbankan regenerasi pemain nasional.

Sementara di Championship, aturan yang berlaku tetap sama. Setiap klub hanya diperbolehkan menggunakan tiga pemain asing dan wajib menurunkan setidaknya satu pemain U-21 dalam setiap pertandingan.

Tak hanya itu, klub peserta Championship juga diwajibkan menggunakan pelatih asal Indonesia sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia sepak bola nasional. (pht)