
Kanalnews.co, BANDUNG- Keputusan Persib Bandung mendaftarkan kembali I Made Wirawan sebagai pemain di putaran kedua Super League 2025/26 menimbulkan tanda tanya. Kiper yang sudah pensiun sejak 2023 itu tiba-tiba kembali masuk daftar pemain aktif. Namun, pelatih Bojan Hodak punya alasan jelas di balik langkah tersebut.
Situasi ini bermula dari penyesuaian komposisi pemain asing Persib. Adam Przybek, kiper asal Wales, hanya akan difokuskan tampil di ajang AFC Champions League Two (ACL 2). Sementara itu, Persib harus memanfaatkan kuota 11 pemain asing untuk mendatangkan penyerang baru asal Spanyol, Sergio Castel. Dampaknya, slot di kompetisi domestik perlu diatur ulang.
Dalam kondisi tenggat transfer yang mepet, Hodak mengaku tak memiliki banyak opsi untuk menambah penjaga gawang baru.
“Kami mendaftarkan Made di liga karena kami memiliki tiga penjaga gawang dan harus memiliki empat. Kami tidak punya banyak waktu (deadline transfer) kemarin, akhirnya kami mendaftarkannya karena tak menemukan kiper bagus di pasaran,” kata Hodak.
Secara regulasi, Persib memang membutuhkan empat kiper dalam daftar pemain. Saat ini, posisi penjaga gawang dihuni Teja Paku Alam (31), Fitrah Maulana (19), dan Rhaka Syafaka (17).
Kehadiran I Made menjadi solusi cepat sekaligus aman karena ia sudah memahami kultur tim.
Pengalaman Made juga bukan kaleng-kaleng. Selama memperkuat Persib sejak 2012, ia mencatatkan 153 penampilan liga sebelum gantung sarung tangan pada 2023 dan beralih menjadi asisten pelatih kiper. Kedekatannya dengan skuad membuat proses adaptasi nyaris tak diperlukan.
Meski demikian, Hodak menegaskan peran Made lebih sebagai pelapis darurat.
“Dia akan menjadi kiper keempat kami, dia masih cukup bagus tapi kami harap dia tidak perlu memainkan satu pertandingan pun nanti,” ujarnya.
Artinya, keputusan ini lebih bersifat antisipatif ketimbang kebutuhan utama di lapangan. Hodak tetap menaruh kepercayaan pada Teja sebagai pilihan pertama, dengan Fitrah disiapkan sebagai pelapis. (pht)


































