
Kanalnews.co, JAKARTA- PSSI membantah keras anggapan maraknya pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Liga Indonesia merupakan bagian dari skenario khusus demi Piala AFF 2026. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, bahkan menyebut isu tersebut tak lebih dari teori konspirasi yang jauh dari logika sepak bola profesional.
Belakangan, sejumlah nama pemain diaspora seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Rafael Struick, Jens Raven, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Cyrus Margono, Dion Markx, hingga Ivar Jenner memang tercatat bermain di Indonesia.
Kondisi itu kemudian memunculkan dugaan PSSI sengaja “mengatur” kepindahan mereka agar mudah dipanggil membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Apalagi, Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA. Dengan bermain di klub lokal, para pemain tersebut dianggap tidak akan mengalami kendala perizinan dari klub saat dipanggil ke tim nasional.
Menanggapi hal tersebut, Arya menegaskan PSSI sama sekali tidak terlibat dalam proses transfer pemain diaspora ke klub-klub Indonesia. Menurutnya, isu tersebut mengabaikan fakta paling mendasar dalam sepakbola profesional, yaitu urusan transfer selalu berbicara soal uang dan kepentingan klub.
“Ini sudah terlalu banyak teori konspirasi. Saya harap isu seperti ini justru mencerdaskan. Transfer pemain itu urusannya duit. Yang bayar siapa? Klub. Bukan PSSI,” ujar Arya kepada wartawan di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Arya menekankan, PSSI tidak pernah ikut campur dalam negosiasi harga, gaji, maupun kesepakatan kontrak pemain. Semua keputusan murni berada di tangan klub dan pemain yang bersangkutan.
“PSSI enggak ada urusan bayar-membayar pemain. Jadi lucu kalau dibilang ada skenario PSSI untuk AFF,” katanya.
Ia juga menilai tidak masuk akal jika klub disebut rela merekrut pemain hanya demi kepentingan tim nasional. Setiap klub, kata Arya, pasti punya pertimbangan teknis dan finansial sendiri sebelum mendatangkan pemain, termasuk pemain diaspora yang biayanya tidak kecil.
“Klub itu realistis. Kalau enggak sesuai kebutuhan dan enggak cocok harga, ya enggak jadi. Sesederhana itu,” ujarnya.
Dengan tegas, Arya menyimpulkan anggapan PSSI mengatur perpindahan pemain diaspora demi Piala AFF hanyalah asumsi yang tidak berpijak pada realitas industri sepak bola.
“Pakai logika sederhana saja. Kalau klub enggak mau bayar, memang PSSI bisa maksa?” tutupnya. (pht)




































