
Kanalnews.co, JAKARTA– Jemaah haji Indonesia yang mengunakan visa non haji menjadi sorotan. Tim Pengawas Haji DPR meyebut sekitar 700 orang dari Indonesia yang menggunakan visa ilegal tersebut.
“Masalah visa non haji, saya enggak tahu jumlahnya kan enggak bisa didata, kan banyak,” kata Nurhuda Yusro anggota Timwas Haji.
“Tadi Habib Saleh (Saleh P Daulay) menyebut ratusan. Saya juga ketemu Pak, jumlahnya itu sekitar 700 orang,” ungkapnya.
Ia menyebut pengguna visa non-haji berangkat ke Arab Saudi melalui beberapa titik, salah satunya adalah Riyadh. Meski demikian, mereka bahkan siap menderita.
“Mereka berangkat dari Riyadh, ada yang jalan ke Madinah, ada yang masuk ke Makkah, macam-macam. Mereka bersedia menderita, bisa jadi mereka lebih mabrur ya dari kita, kan kita enggak ada yang tahu ya, hanya Tuhan yang maha tahu,” katanya.
Tak jarang, jamaah yang menggunakan visa non-haji merupakan korban penipuan travel. Alhasil, mereka tidak mendapatkan fasilitas yang maksimal.
“Cuma mereka menderitanya minta ampun, karena saat wukuf di Arafah mereka larinya ke Masjid Namirah, padahal di situ ribuan orang,” ungkapnya.
“Yang enggak bisa duduk, mereka berdiri semua. Akhirnya sebagian jemaah di luar masjid dan kepanasan dan meninggal itu katanya hal biasa, itu cerita dari jemaah Solo yang dia kebetulan ditipu sama travel dijanjikan plus ternyata visa multiple, itu di masjid Namirah mereka di luar,” kata Nurhuda.
Untuk itu, Nurhuda mendorong pemerintah Indonesia bisa meningkatkan diplomasi dengan Arab Saudi. Dengan begitu, visa non-haji bisa dihapus.
“Kami mendorong pemerintah untuk meningkatkan diplomasi dengan Pemerintah Saudi agar visa non haji ini sebaiknya dihapus dan diganti dengan visa haji tapi dengan pelayanan yang maksimal,” katanya. (ads)


































