KANALNEWS.co – Jakarta, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol Togar Manahan Nero meminta kepada PT Liga Indonesia (PT LI) untuk membantu klub-klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang mengalami masalah di dalam pelunasan pembayaran gaji pemain.
“Kami meminta kepada PT LI untuk membantu kerjasama kontrak antara pemain dengan klub,” kata Togar di Jakarta, Senin (14/1/2013).
Mantan Ketua Komdis PSSI pada era Nurdin Halid ini menambahkan, ada 5 klub yang mengalami krisis finansial sehingga membuat gaji pemain belum dilunasi. Kelima klub tersebut yaitu, PSPS Pekanbaru, Persela Lamongan, Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro, dan yang terbaru adalah Persija Jakarta.
“Klub yang mengalami masalah harus diajak berbicara dan berusaha untuk dibantu,”ujarnya.
Togar mengakui, bahwa krisis finansial yang dialami oleh klub-klub di Indonesia salah satunya disebabkan karena ketidaktersediaan dana dari APBD.
Dia juga tidak setuju kalau klub-klub yang mengalami krisis finansial tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi itu karena akan menghentikan kesempatan bagi pemain-pemain untuk mendapatkan kesempatan bertanding.
Menghadapi krisis finansial, beberapa klub ISL melakukan terminasi atau pemotongan nilai kontrak.
Menanggapi kebijakan yang dilakukan oleh klub-klub tersebut, dia menilai, tunggakan gaji kepada pemain harus dibayar dan jangan memotong kontrak pemain.
“Itu haram bagi sepakbola, walaupun tidak punya uang jangan melakukan terminasi. Kita harus memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemain,”katanya
Penulis : Herwan Pebriansyah






































