KANALNEWS.co, Sentul – Seri perdana balap touring bertajuk Lupromax Indonesian Series of Motorsport (ISOM) 2012 sukses digelar di Sirkuit International Sentul, Citeurep, Kab. Bogor, pada Minggu (29/4) siang kemarin. Pertarungan di nomor balapan Indonesian Super Production (ISP) yang merupakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) berlangsung cukup sengit dan menegangkan.
ISP yang di musim 2011 lalu bernama GT Car tidak lagi menganut balap dengan satu merek ban. Situasi ini membuat persaingan jadi lebih variatif lantaran tiap tim bebas memakai ban yang dipakai meski tetap ada batasan varian dari masing-masing merek. Utamanya dia ajang ini para pembalap hanya boleh memakai ban yang benar-benar dipakai untuk keseharian dan bukan ban khusus lomba.
Dalam balapan tersebut terlihat jelas bagaimana Roy dari tim Honda Surabaya Center Gandasari OWS, lalu dua pembalap Honda Racing Indonesia yakni Alvin Bahar dan Rio Saputra (Honda Racing Team) begitu mendominasi jalannya lomba yang digelar dalam 18 lap itu. Jam terbang pun jadi kunci sukses . Kebetulan, ketiga pembalap itu memakai ban yang sama yaitu Bridgestone Potenza GT3 dan bahkan juga mobil yang sama, Honda All New Jazz.
Selepas start, Alvin yang start dari pole position terlihat dengan mantapnya memimpin. Rio yang start dari posisi ketiga langsung menyodok ke posisi kedua. Roy yang start diposisi kedua tertahan di posisi ketiga. Selama 13 lap determinasi Roy terlihat begitu kuat. Hasilnya pada lap ke 14, Roy mampu menyusul Rio.
Pada lap-lap terakhir, Alvin terlihat mulai understeer dan waktunya tergerus 0,2 detik tiap lap. Tak ayal lagi, Roy yang di awal lomba tertinggal enam detik mampu mengejarnya Alvin di lap ke-16. Dan Roy pun memenangi balapan kelas bergengsi ini. Alvin pun harus puas diposisi kedua disusul Rio diposisi ketiga.
“Terus terang Alvin dan Rio sangat cepat sehingga dari awal lomba saya agak kesulitan untuk mengejar mereka. Tetapi di lap ke-12 ban saya sudah mulai nge-grip dan akhirnya saya bisa mengejar keduanya,” ujar Roy dalam jumpa persnya usai lomba.
Roy mengatakan bahwa kunci kemenangan dirinya itu terletak pada peforma ban yang ia pakai. “Saya unggul pengalaman karena saya sudah tahu karakter ban ini. Dari beberapa yang sudah pernah kita gunakan, ternyata Bridgestone Potenza GT3 lebih cocok sehingga saya bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Di awal lomba Alvin terlihat lebih baik karena sudah makin paham karakter ban,” kata Roy.
Sementara itu Alvin mengatakan bahwa, kekalahan dirinya dari Roy ini karena dirinya belum paham dan belum pengalaman memakai ban Bridgestone Potenza GT3. “Pemilihan ban yang begitu mendadak membuat kami harus puas dengan posisi ini. Saya melihat catatan Roy semakin membaik di tiap lapnya. Sementara saya di lima lap terakhir sudah mulai sedikit understeer dan susah belok karena saya belum pernah mencoba ban ini sama sekali,” kata Alvin.
Tidak hanya itu, kegagalan dirinya merebut juara juga dikarenakan kondisi mobil yang sudah mulai menurun di enam lap terakhir. “Di enam lap terakhir tenaga mobil sudah mulai menurun. RPM mobil sudah tidak mau tinggi, yang biasanya bisa diatas 7.000 RPM ini tapi saya harus sudah mengoper ke gigi lima lebih awal,” ujar Alvin. Ranoe Nirawan




































