KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengawali Refleksi Akhir Tahun dengan aksi bermain bulutangkis dengan sejumlah atlet peraih medali Olimpiade diantaranya, Susi Susanti, Ricky Subagja, Owi/Butet, yang berlansung di GOR Menpora, Jumat (30/12).

Suasana hangat disertai suara tempuk tangan meriah tak terbendung tatkala Menpora beraksi dengan smash-smash tajam. Sesekali, Imam Nahrawi yang berpasangan dengan Tantowi Ahmad, itu melakukan dropshot yang tak diduga. Yang menariknya lagi sang Menteri asal Bangkalan ini mampu mematahkan duel adu drive pasangan lawan, Ricky Subagja dan Taufik Hidayat.

Gelar pertandingan eksibisi, pertama Menpora Imam Nahrawi berpasangan dengan Tantowi Ahmad melawan Ricky Soebagja yang berpasangan dengan Taufik Hidayat. Kedua, Menpora berpasnganan dengan Taufika Hidayat melawan pembulutangkisi Alan Budikusuma/Susi Susanti. Pertandingan di set awal cukup berimbang, pasangan Imam/Tantowi sempat unggul dengan skor 17-15, namun akhirnya pasangan ini dikalahkan oleh pasangan Ricky/Taufiq dengan skor 17-21.

Usai melakukan pertandinagn eksibisi, Menpora makan siang bersama wartawan dan tak lama setelah itu menyampaikan Refleksi Akhir Tahun. Imam mengatakan,  Kemenpora sudah melakukan banyak hal dalam bidang kepemudaan maupun keolahragaan. “Ditahun 2016, Kemenpora telah melakukan pelayanan dan pembangunan dalam 13 program prioritas kepemudaan, telah banyak prestasi yang dicapai, diantaranya mencetak 1100 kader pemuda anti narkoba di 400 desa di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, ” ujarnya.

Dalam presentasinya, Menpora menjelaskan, selain kader anti narkoba, Kemenpora juga telah menggerakkan 1.700 sarjana pada program pemuda pelopor penggerak pembangunan di pedesaan untuk menjadikan mereka generasi yang mandiri dan berdaya saing.

Menpora mengatakan, dalam menciptakan kemandirian dalam bidang ekonomi, ditahun 2016 Kemenpora memberikan fasilitasi kepada 501 pemuda dalam bidang kewirausahaan. “Dengan adanya fasilitasi ini, kami berharap dapat menciptakan bibit wirausaha muda di Indonesia yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga dapat mengurangi pengangguran dan membangun ekonomi kerakyatan, ” katanya.

Dihadapan para atlet peraih medali Olipiade itu, Menpora menegaskan bahwa bidang keolahragaan, banyak prestasi yang dicapai. Indonesia sukses menorehkan prestasi pada ajang Olimpiade Brasil 2016 dengan mendapatkan 1 medal emas dan 2 medali perak, serta mempertahankan 1 medali perunggu di ajang Paralimpiade.

“Dalam sepakbola, prestasi yang cukup baik ditunjukkan oleh Tim Nasional Indonesia dengan menempati posisi runner up pada ajang AFF Suzuki Cup, hal ini memberikan dampak positif dan harapan kepada PSSI yang baru saja pulih yang hampir 2 tahun dibekukan, ” tandasnya.

Hal yang tak kalah menariknya di tahun 2016, kata Menpora, di Kemenpora telah mencairkan bonus dan jaminan hari tua kepada atlet-atlet yang sudah berprestasi di ajang even internasional. “Bonus diberikan untuk menghargai jasa-jasa mereka yang telah mengharumkan nama bangsa, selain itu juga dimaksudkan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada atlet yang lainnya agar berlatih secara serius dan disiplin sehingga dapat berprestasi, ” kata Imam Nahrawi.

Dalam paparanya, Menpora mengharapkan bahwa dengan usaha dan upaya yang dilakukan Kemenpora ini dapat meningkatan prestasi olahraga secara berjenjang melalui pembudayaan olahraga yang menyeluruh menyasar semua kalangan, sehingga semua anak muda dan atlet kita akan sibuk berolahraga.

Saat diitanya wartawan perihal program prioritas ditahun 2017, Menpora Imam Nahrawi menjelaskan dalam bidang kepemudaan akan melanjutkan program 2016 dengan dilakukan berbagai penajaman, selain itu juga akan dilaksanakan program baru yaitu kirab pemuda yang akan dilakukan di 10 destinasi wisata nasional, yang nantinya akan ikut berpartisipasi dalam mensukseskan program pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan luar negeri.

“Dalam bidang keolahragaan, ditahun 2017 pemerintah akan menfokuskan diri melakukan persiapan penyelenggaraan even Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018, segala upaya akan dilakukan pemerintah untuk mensukseskan acara tersebut, renovasi stadion GBK, pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, pembangunan Velodrome, serta venue pertandingan di Palembang, ” katanya.

Menpora juga menyinggung bahwa Indonesia tidak memberikan target peringkat pada Sea Games 2017 di Malaysia. Menurutnya, pemerintah hanya akan mengirim atlet cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang olimpiade saja.

International Olympic Commitee (IOC), kata Imam Nahrawi, hanya mengakui pertandingan multi even Olimpiade dan Asian Games saja. Namun, fokus kedepan adalah mempersiapkan atlet untuk even-even tersebut.  “Jadi, kita ingin di Sea Games 2017 akan datang sebagai tes even bagi atlet-atlet kita untuk mempersiapakan diri menghadapi Asian Games 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020, ” pubgkasnya. (mulkani)