
Kanalnews.co, JAKARTA– Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, akhirnya angkat bicara soal performa timnya yang sempat terpuruk tanpa kemenangan dalam tiga laga beruntun. Ia menduga tekanan besar untuk menjadi juara justru jadi bumerang bagi Macan Kemayoran.
Rentetan hasil mengecewakan itu dimulai saat Persija gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan Borneo FC Samarinda 2-2 di JIS pada awal Maret. Bukannya bangkit, performa tim malah makin tersendat, ditahan Dewa United Banten FC 1-1, lalu dipukul Bhayangkara FC di Lampung.
Namun, kebuntuan itu akhirnya pecah dengan cara meyakinkan. Persija bangkit dan mengamuk saat menghajar Persebaya Surabaya 3-0 di GBK, kemenangan telak yang seolah jadi titik balik kebangkitan.
Ardhi pun tak menampik, ambisi besar untuk jadi kampiun membuat pemain kehilangan kebebasan bermain. Ia menilai Rizky Ridho dan rekan-rekannya terlalu terbebani target tinggi.
“Yang sudah, sudah. Kita fokus ke depan. Target juara tetap ada,” tegas Ardhi.
“Tapi mindset-nya jangan merasa harus juara. Kasihan pemain, kelihatan terbebani.”
Menurutnya, tekanan itu membuat permainan tim jadi kaku dan jauh dari performa terbaik. Kini, Ardhi mencoba mengubah pendekatan.
Ia meminta seluruh tim untuk berhenti memikirkan klasemen dan mulai fokus dari satu laga ke laga berikutnya. Dengan selisih 9 poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, peluang Persija memang belum tertutup.
Namun, Ardhi menegaskan kunci utama bukan lagi ambisi besar, melainkan fokus dan konsistensi di setiap pertandingan.
“Kita harus fokus,” ujarnya. (ads)


































