KANALNEWS.co, Jakarta – Terpilihnya Alex Tirta sebagai Ketua Pengurus Provinsi PBSI DKI Jakarta mendapat reaksi keras dari pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta yang juga penanggung jawab olahraga di ibukota.
Dalam musyawarah provinsi luar biasa (Musprovlub) PBSI DKI Jakarta yang digelar Careteker Umbu S Samapati di Hotel Century Park, Jakarta Selasa (10/3) sangat kental dengan nuansa ‘kongkalikong’ akhirnya pemilik klub PB Exist yang juga pengusaha hiburan Alex Tirta terpilih menjadi Ketua Umum.
“Musprovlub yang digelar caretaker Ketua Umum PBSI DKI Jakarta, Umbu S Samapaty itu illegal. Karena tidak ada persetujuan dari KONI Provinsi DKI Jakarta. Apa yang dilakukan Umbu itu adalah sebuah penistaan terhadap Icuk Sugiarto sebagai Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta yang sah,” kata Wakil Ketua Umum Koni DKI Jakarta Audy di sela-sela rapat anggota KONI Provinsi DKI Jakarta di Jl Pemuda Jakarta Timur, Selasa (10/3/2015).
Terpilihnya Alex akan menjadi bumerang bagi PP PBSI, pasalnya Koni DKI Jakarta hanya mengakui Ketua Pengrov PBSI pimpinan Icuk Sugiarto, hal ini berakibat terlantarnya pebulutangkis Pengprov PBSI pimpinan Alex dalam berbagai event yang mewakilit DKI Jakarta di multi evnet didalam negeri sebut saja Pekan Olahraga Pelajar (Porpor0v), Pekan Olahraga Nasional maupun kejuaraan lainnya yang mengatasnamakan DKI Jakarta.
Dengan tegas ketua umum Percasi Jakarta itu menegaskan, Umbu dan Sekjen PP PBSI Anton Subowo sudah berkonspirasi untuk mengambil paksa posisi Icuk sebagai Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta. Karena lewat jalur yang benar Alex Tirta yang menjadi pesaing Icuk pada Musprov yang sah tidak mampu memenangkan persaingan.
“Lantaran tidak bisa bersaing secara fair dengan Icuk di Musprov PBSI yang sah, Alex Tirta mencoba mengambilnya dengan mengggulingkan Icuk lewat tangan PP PBSI. Ini kan tidak benar,” lanjut Audy.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman juga telah meminta Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mencabut surat pemecatan Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta Icuk Sugiarto serta membatalkan penunjukan Umbu S Samapaty sebagai caretaker Ketua Umum Pengprov PBSI DKI menggantikan Icuk.
“PP PBSI telah melanggar Aanggaran Rumah Tangga KONI Pasal 31 ayat (4) dan Anggaran Rumah Tangga PBSI Pasal 24 ayat (3). Dan tindakan itu jelas merupakan pembusukan terhadap organisasi bulutangkis itu sendiri,” tegas Tono usai bertemu dengan pengurus Pengprov PBSI DKI Jakarta di Gedung KONI Pusat, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Jumat (6/3).
Secara tegas KONI Pusat mengakui kepemimpinan Icuk Sugiarto sebagai Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta, yang sesuai dengan sikap KONI Provinsi DKI Jakarta dan pensiunan Jenderal bintang dua ini menyerukan kepada Icuk untuk tetap jalan terus tanpa menghiraukan apa yang dilakukan PP PBSI dan dalam waktu dekat pihaknya akan mengirmkan surat ke Cipayung.
“Saya akan berkirim surat kepada PP PBSI agar Anton Subowo selaku Sekjen mencabut surat pemecatan Icuk. Dan sekaligus meminta Anton mencabut surat penunjukan Umbu S Samapaty sebagai caretaker pelaksana Ketum PBSI DKI Jakarta,” lanjut Tono.
Musprovlub yang digelar Umbu tersebut dihadiri 4 Pengkot, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur pimpinan Arifin Wiguna hasil bentukan PP PBSI. Mereka sepakat memilih Alex Tirta karena memang sejak awal skenarionya sudah dibuat sedemikian rupa untuk menggulingkan Icuk secara paksa. Sementara Pengkot Jakarta Barat, Jakarta Timur pimpinan Andy Pancoro yang sah, dan Pengkab Kepulauan Seribu tidak hadir. (Herwan)






































