KANALNEWS.co, Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) mengakui kekurangan fasilitas dan peralatan latihan menjadi salah satu penyebab atlet senam nasional kurang bisa berprestasi di kancah internasional. Dan kondisi memprihatinkan tampak jelas di Gedung Latihan Senam PB Persani yang terletak di kawasan Senayan, Jakarta.
“Gedung ini memiliki pencahayaan yang kurang, pengap, dan kotor. Ini kan peninggalan sejak tahun 1997 dan belum pernah direnovasi, peralatannya pun sejak saat itu belum diganti,” kata Wakil Ketua III Bidang Dana, Peralatan, dan Komunikasi Internal PB Persani Ita Yuliati usai acara peluncuran logo baru PB Persani di Jakarta, Senin (10/8/2015).
Kondisi yang memprihatinkan tersebur terutama dari beberapa peralatan latihan yang sudah rusak dan tidak layak digunakan sehingga dikhawatirkan akan mencederai para atlet yang sedang berlatih.
“Palang bertingkat sudah retak, lalu matras di sini sudah bolong dan berdebu. Kalau ada atlet mau latihan salto sudah pasti cedera,” katanya lebih lanjut.
Kondisi tersebut tak hanya ada dirasakan oleh atlet timnas di Jakarta, namun juga dialami oleh atlet di daerah, contohnya di Jawa Timur, ada seorang atlet yang sebelum mengikuti SEA Games di Singapura beberapa waktu lalu, memaksakan diri untuk ikut ujicoba ke Doha, Qatar hanya karena atlet tersebut ingin mencoba berlatih di matras yang benar dan sesuai standar pertandingan.
“Jadi mereka latihan lima hari di Doha hanya karena ingin mencoba matras. Itu kan menyedihkan sekali,” kata Ita.
Selain peralatan, kontingen senam asal Indonesia juga menghadapi kendala mental. Hal itu terbukti saat prakualifikasi SEA Games 2015 saat menempati urutan pertama namun ketika benar-benar bertanding, Indonesia hanya berhasil memperoleh satu medali perak.
Sementara tantangan lain yang dihadapi kontingen senam Indonesia adalah kurangnya wasit dan pelatih.
“Senam kan penilaiannya sangat subjektif, akurasinya harus benar-benar tepat. Kalau tidak akurat dan dinilai oleh wasit lain kita bisa dikurangi 0,3 poin, sedangkan dinilai wasit kita sendiri paling berkurangnya hanya 0,1 poin,” tutur dia. (Herwan)





































