KANALNEWS.co, Jakarta – Juru bicara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Tommy Welly mengaku kesal dengan kelakuan Nasiruddin yang menjadi pelaku pengaturan skor (Match Fixing) dalam ajang SEA Games di Singapura dan atas perbuatan mantan wasit Indonesia itu dihukum selama 30 bulan oleh Hakim Negri Singa itu.

“PSSI akan ikut membasmi mafia bola atau pengaturan skor seperti yang dilakuan Nasiruddin pada pertandingan Timor Leste dengan Malaysia saat SEA Games 2015 di Singapura,” kata Tommy Welly seperti yang dikuti dari laman resmi PSSI, Rabu (22/7).

Pria yang juga komentator itu menyatakan PSSI siap untuk memerangi mafia bola dan pengaturan skor. Bahkan PSSI juga sudah bekerjasama dengan interpol untuk mengusut pelaku pengaturan skor lainnya.

“PSSI yang sekarang adalah anti mafia. PSSI sudah bekerjasama dengan interpol untuk memerangi ini (Pengaturan skor),” katanya lebih lanjut.

Tommy menilai tindakan yang dilakukan CPIB (PSSI-nya Singapura) adalah tindakan nyata yang membuktikan adanya pengaturan skor. dan CPIB tidak perlu menjadi pengaturan skor sebagai isu atau fitnah yang diapungkna menjadi opini masyarakat.

Sebelum ditangkap CPIB, Nasiruddin pernah terlibat dalam kasus yang sama di ajang yang sama. Pada SEA Games 1997 Nasiruddin terlibat dalam pengaturan skor yang juga menyerat DJafar Umar yang menjabat sebagai wakil ketua Komisi Wasit PSSI. Dan atas perbuatannya Nasiruddin diberikan sanksi selama 10 tahun tidak boleh berkecimpung di dunia sepakbola. Djafar Umar mendapatkan sanksi sama dengan larangan selama 20 tahun.

Nasiruddin merupakan mantan wasit Indonesia yang berusia 52 tahun dari unifikasi PSSI 17 Maret 2013 pada jaman era PSSI Djohar Arifin dan tidak ada hubungannya dengan PSSI dibawah kepemimpinan PSSI 2015-2019, La Nyalla Mattalitti. (Herwan)