KANALNEWS.co, Jakarta – Irjen (Pol) Drs Syafruddin terpilih sebagai ketua umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) untuk masa bakti 2014-2016 menggantikan I Made Mangku Pastika dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PBMI di Jakarta.
Syafruddin yang juga menjabat sebagai Kadiv Propam Mabes Polri terpilih secara aklamasi pada Munaslub yang dihadiri 29 Pengurus Provinsi PBMI seluruh Indonesia di Jakarta, Minggu (30/11/2014).
Munaslub PBMI yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman ini untuk menindaklanjuti pengunduran diri ketua umum lama I Made Mangku Pastika yang juga gubernur Bali untuk masa bakti kepengurusan yang masih tersisa dua tahun.
Terpilihnya Irjen (Pol) Drs Syafruddin berjalan cukup demokratis. Setelah dilakukan visi dan misi, pimpinan sidang langsung melakukan agenda pemilihan ketua umum. Sebelumnya, pimpinan sidang lebih dulu meminta tanggapan floor terkait pengunduran diri ketum lama. Dan seluruh peserta Munaslub secara bulat menyetujui pengunduran diri itu.
Selanjutnya pemilihan ketua umum, yang kebetulan calonnya hanya satu, Irjen (Pol) Drs Syafruddin. Pimpinan sidang pun menawarkan kepada peserta apakah pemilihan ketua umum itu bisa dilakukan aklamasi dengan menyetujui mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu sebagai ketua umum.
Dari 29 Pengprov, hanya satu Pengprov Sumatera Barat yang tidak setuju. Dengan demikian, pimpinan sidang memutuskan bahwa Irjen (Pol) Drs Syafruddin secara sah terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum baru PBMI. Pada kesempatan itu, pimpinan sidang Sudirman MH, mengklarifikasi sikap Pengprov Sumbar, yang mengatakan Ketua Pengprov Sumbar ternyata juga setuju, seperti peserta lain.
Pada kesempatan pidato pertama sebagai ketua umum PBMI, Irjen (Pol) Drs Syafruddin mengaku bangga dengan dinamika yang terjadi di organisasi muaythai Indonesia. Selain itu, ia juga bangga terpilih secara aklamasi dengan semua peserta bersuara.
“Ini berbeda dengan saat saya terpilih menjadi ketua Wadokai. Saat itu, tidak ada suara. Sebagai anak bangsa, kepercayaan ini adalah amanah sekaligus kebanggaan dipercaya melanjutkan kepengurusan PBMI,” ujar mantan ajudan Wapres Jusuf Kalla pada 2004-2009 lalu.
Pria kelahiran Ujung Pandang itu juga meminta dukungan semua pihak, terutama Pengprov dan Pengcab Muaythai di seluruh Indonesia untuk bahu membahu membangun prestasi muaythai Indonesia di masa mendatang.
“Tanpa dukungan dan kerjasama yang kuat dari rekan-rekan, terutama Pengprov dan Pengcab, saya tidak mungkin bisa berbuat sesuatu karena yang punya atlet dan segala-galanya itu adalah Pengprov. Sementara pengurus pusat hanya fasilitator dan komunikator,” ujarnya lebih lanjut.
Ia menegaskan, tantangan PBMI ke depan pasti sangat berat. Apalagi PBMI telah bertekad untuk membawa muaythai dipertandingkan di Asian Games 2014.
“Marilah kita bersama-sama membangun muaythai Indonesia menuju prestasi internasional. Saya optimis muaythai memiliki masa depan cerah. Dan alasan itu yang membuat saya bersedia memimpin PBMI,” tandasnya.
Editor : Herwan Pebriansyah



































